JOGJA – Pelda Teguh Prasetyo, satu dari empat korban pengeroyokan oknum anggota Komando Pasukan Khusus (Ko-passus) Kandang Menjangan di Karaoke Bima, Solo Baru, Sukoharjo, kondisinya masih kritis. Anggota Skuadron Teknik (Skatek) 042 Madiun TNI AU itu diketahui mengalami gegar otak.KepalaRumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito Benny Tum-beleka kepada wartawan mengatakan, sejak dirawat Teguh Prasetyo belum sa-darkan diri. Ia dirawat di ruang intensive care unit (ICU). “Kondisi tidak stabil pada otaknya. Ia dalam kondisi gegar otak, sehingga ma-sih kritis
Dari angka 1-10, kondisi pasien ada di posisi 3 dan 4,” kata Ben-ny Tumbeleka di RSP AU Hard-jolukito, Jogjakarta, kemarin (3/5).Benny mengatakan, ada luka memar di muka dan kepala Teguh. Kuat dugaan memar akibat pukulan benda tumpul. Dari pemeriksaan luar tidak ada luka bekas tusukan. “Tidak ada bagian yang robek. Seba-gian besar memar di wajah atau kepala karena benda tumpul. Tangan juga benda tumpul,” katanya.Pengeroyokan terjadi di tem-pat Karaoke Bima, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Minggu (31/5) dini hari. Pengeroyokan diduga dilakukan oleh 25 orang terhadap empat ang-gota TNI AU. “Perlu didukung hasil pemeriksaan kondisi otak, liver dan lainnya. Apakah itu yang menunjang sampai men-jadikannya meninggal. Dikum-pulkan secara lengkap dua minggu depan,” terangnya.Dikatakan Benny, dari dua korban pengeroyokan yang sebelumnya rawat jalan dan boleh pulang ke rumah, salah satunya kembali ke RSP AU. Itu setelah korban mengelu-hkan rasa pusing di kepalanya. “Ada satu yang sudah dibole-hkan pulang, dalam perjalanan-nya sekarang masuk lagi. Tim-bul keluhan pusing yang sema-kin berat, sehingga kembali di rawat. Jadi ada dua,” tandasnya. (cr3/laz/ong)