JOGJA – Tersangka dugaan korupsi PLN Jogjakarta Nanang Subuh Isnandi tak bisa terima dengan penahananya oleh jaksa. Sebagai bentuk perlawanan, Subuh, pangglan akrabnya mengajukan gugatan praperadilan kepada Kejati DIJ dan Kejari. Berkas gugatan sudah di daftarkan ke Pengadilan Negeri Bantul dan sidang perdana akan digelar Selasa (26/5) pekan depan.
“Setelah klien kami ditahan, kami langsung mengajukan gugatan praperadilan,” kata Penasihat Hukum Subuh, Kamal Firdaus SH, kemarin (22/5).
Menurut Kamal, materi praperadilan seputar penetapan Nanang sebagai tersangka. Hanya, Kamal enggan membeberkan secara detail materi gugatan. “Intinya, ada yang janggal. Jelasnya nanti saat sidang,” lanjut Kamal.
Kamal menambahkan, sidang praperadilan dapat digelar, selama jadwal sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) belum ditetapkan. Apabila sidang kliennya sudah ditentukan, maka sidang praperadilan gugur.
Aspidsus Kejati DIJ Azwar SH mengatakan, pihaknya menghormati upaya hukum yang ditempuh tersangka dugaan korupsi PLN Subuh. Gugatan praperadilan seputar penetapan tersangka dan penahanannya. Pihak tergugat adalah Kejati DIJ dan tergugat kedua Kejaksaan Negeri Bantul. “Kami siap menghadapi praperadilan dan mempelajari berkasnya,” kata Azwar.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Manajer PLN Area Jogjakarta Nanang Subuh Isnandi ditahan pascapelimpahan berkas pemeriksaan tahap kedua di Kejaksaan Negeri Bantul, Selasa (5/5) lalu. Subuh ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi renovasi gedung PLN di Jogja selama 1,5 tahun dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan.
Kasus yang menimpa Subuh bermula dari revitalisasi yang dilaksanakan di seluruh titik kantor dan bangunan PLN di DIY. Penyidik menemukan alat bukti yang mengarah ke pelanggaran pekerjaan, yakni volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak awal dan mengakibatkan negara dirugikan sekitar Rp 417 juta. Selain itu proyek sudah berlangsung pada 2012, padahal dana proyek baru dianggarkan pada 2013. Ia dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi. (mar/jko/ong)