RADAR JOGJA FILE
AKAN REUNI : Kebersamaan skuad PSS Sleman ini akan terulang saat Sleman All Star akan menggelar laga persahabatan dengan Sime Darby Kamis (21/5) di Maguwoharjo International Stadium.
SLEMAN – Pihak panitia pelaksana (panpel) telah mendapatkan lampu hijau dari kepolisian untuk menggelar laga eksibisi Sleman All Star melawan klub asal Malaysia Sime Darby di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Kamis (21/5).
Ketua Panpel PSS Edyanto mengatakan, Polda DIJ telah memberikan izin laga eksibhisi ini. Pihak keamanan menyatakan siap untuk mengamankan laga yang digelar untuk memeriahkan hari jadi ke 39 PSS Sleman yang jatuh pada 20 Mei ini. “Kami telah menyiapkan 20 ribu lembar tiket. Untuk yang termurah Rp 15 ribu dan paling mahal Rp 30 ribu,” kata Edyanto kemarin (18/5).
Dia berharap, antusiasme penonton tetap tinggi meskipun skuad PSS Sleman telah dibubarkan. Untuk skuad yang ada saat ini, merupakan pemain-pemain yang sebelumnya juga pernah memperkuat Super Elang Jawa julukan dari skuad PSS Sleman.
Sementara dari informasi yang diterima, sat ini manajemen sudah mendapatkan 15 pemain untuk laga eksibhisi tersebut. Dari 15 pemain, mayoritas adalah pemain yang berlaga dikomptisi Divisi Utama 2015. Rata-rata dari mereka tengah menjalani hukuman dari komisi disiplin PSSI akibat memperagakan sepak bola gajah ketika berhadapan dengan PSIS Semarang.
Mereka yang dipangil ialah, Anang Hadi, Riyono, Mudah Yulianto, Marwan Muhammad, Wahyu Gunawan, Agus ‘Awang’ Setiawan, Eko Setiawan, Ridwan Awaludin, Hermawan Putra Jati dan Moniega Bagus. Selain itu beberapa eks penggawa Super Elang Jawa yang saat ini membela klub lain seperti Waluyo, Fachrudin hingga pemain yang musim ini masih membela PSS Sleman, Rasmoyo.
Sedangkan untuk posisi pelatih, Edi Broto yang tengah menjalani 10 tahun tidak boleh terlibat dalam kegiatan sepakbola profesional ini dipercaya oleh manajemen untuk menangani Anang Hadi cs.
Edi mengatakan, untuk menghadapi Sime Darby, dia tidak menerapkan materi khusus seperti layaknya menjalani latihan menghadapi kompitisi Liga Indonesia. Materi yang diberikan lebih pada penekanan taktik permainan menjelang laga.”Kami tidak memberikan materi fisik. Sebab, pemain yang dipanggi fisiknya telah terjaga,” terangnya.
Dia menjelaskan, untuk materi inti taktik permainan, akan diberikan dua hari jelang laga. Edi mengaku sampai saat ini saya belum tahu strategi apa yang akan diterapkan. “Materi pemain yang ada di tim ini pastinya juga belum saya dapatkan,” ujar mantan asisten eks Pelatih PSS Sleman Heri Kiswanto.
Diakuinya, informasi yang didapat oleh Edi saat ini manajemen baru menjaring 15 pemain. Jumlah tersebut, diakui jauh dari ideal untuk menghadapi sejumlah partai eksebisi. “Idealnya ada 18 pemain, kalau bisa saya minta manajemen mendatangkan lagi pemain tambahan,” jelasnya.
Sebelumnya, General Manager (GM) PSS SlemanSoekoco menambahkan laga kontra Sime Darby sebagai pengganti dari partai eksebisi melawan Persip Pekalongan yang urung digelar. Laga tersebut diharapkan bisa menyedot antusiasme dari kelompok suporter PSS Sleman baik Slemania maupun BCS. “Kami sangat beruntung dapat kesempatan bermain dengan klub Super League Malaysia. Mereka sendiri yang meminta untuk bermain dengan PSS Sleman,” jelasnya. (bhn/din/ong)