DWI AGUS/Radar Jogja
PERSIAPAN: Panitia ART|JOG|8 mulai memasang perangkat keras (instalasi) di depan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), kemarin (8/5).
JOGJA – Bursa seni rupa kontemporer internasional ART|JOG yang berbasis di Jogjakarta, akan kembali berlangsung 6-28 Juni 2015 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Memasuki tahun kedelapan, ART|JOG|8 mengambil tema Infinity in Flux—The Unending Loop that Bonds the Artist and the Audience.
Public Relations ART|JOG|8 Hamada Adzani mengungkapkan, tahun ini mengangkat refleksi aliran dan keabadian. Ini tercermin dari angka 8 yang juga tahun penyelenggaraan ART|JOG. Tema yang dipilih mewakili jalinan abadi tak terputus dari bahasa latin Fluxus.
“Gerakan artistik yang berawal pada 1960an. Dari bahasa Latin yang berarti alir, mengalir atau likuid. Fluxus adalah jaringan internasional yang terdiri dari seniman, komposer dan desainer yang menggabungkan beragam media dan disiplin artistik,” katanya (8/5).
Hamada menambahkan, Fluxus adalah sebuah gerakan anti-seni yang menghilangkan batas antara penonton dan karya. Infinity in Flux dipilih sebagai tema untuk ART|JOG|8 untuk menghasilkan dan menampilkan karya-karya interaktif.
Karya para seniman ini melibatkan berbagai bahan, tema dan indra. Tujuannya demi interaksi yang tak terbatas hanya pada visual, juga gerak, suara, aroma, rasa, dan lainnya. Setiap wujud seni ini mampu meluncurkan ekspresi multi indra, dan dapat menghilangkan batas antara seniman dan penonton.
Menurutnya, ART|JOG|8 lebih dari sekadar merayakan Fluxus. Melalui tema Infinity in Flux, ART|JOG menyadarkan pentingnya keberadaan karya seni yang tak terbatas. Terutama menghadapi dinamika perkembangan berbagai sudut pandang.
“Tahun ini, kami juga melibatkan seniman lokal dan internasional. Peran para seniman ini tidak hanya mendorong, juga mengapresiasi karya seni rupa berkualitas dari beragam medium. Melalui mekanisme open call application secara aktif menjaring seniman-seniman muda berpotensi,” ungkapnya.
ART|JOG|8 akan hadir dalam tiga program utama, yaitu Commission Works, Special Presentation, dan Art Fair. Commission Works melibatkan Indieguerillas yang digawangi duo Santi Ariestyowanti dan Miko Bawono. Indieguerillas akan menghadirkan seri karya interaktif di halaman muka TBY.
Special Presentation akan memamerkan karya-karya seniman internasional. Seniman multi media, penyanyi dan aktivis perdamaian asal Jepang, Yoko Ono direnacanakan akan mengisi program ini. Sedangkan Art Fair atau bursa seni, menampilkan potensi seniman muda dan berbakat yang mendaftar melalui mekanisme open call application yang ditutup bulan Maret 2015.
“Dalam semangat berkembang bersama, ART|JOG|8 akan menyelenggarakan kembali Young Artist Award. Sebuah ajang penghargaan untuk seniman muda berusia maksimum 33 tahun yang berpartisipasi dalam bursa seni ini,” imbuhnya.
Selain itu, ART|JOG juga memiliki beberapa program pendamping untuk pengunjung. Di antaranya adalah Curatorial Tour, Meet The Artists dan Public Screening. ART|JOG juga menjadi salah satu inisiator kegiatan Jogja Art Weeks.
“Jogja Art Weeks sendiri bertujuan untuk mengajak seniman dan penikmat seni terlibat pada gerakan baru. Temanya Embrace! Past and Future at Present, diselenggarakan dari 9 hingga 27 Juni mendatang bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM,” pungkasnya. (dwi/jko/ong)