DOK.PRIBADI FOR RADAR JOGJA
DONGKRAK MOTIVASI: Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono saat membawa kontingen dalam Karnaval Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung Jawa Barat, Sabtu (25/4). Prestasi juara dua dalam ajang ini, memotivasi Pemkot Jogja untuk menghidupkan kembali Jogja Java Carnival (JJC).
JOGJA – Kesuksesan kontingen Kota Jogja menembus dua besar pada Karnaval Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung Jawa Barat, Sabtu (25/4), mendongkrak kepercayaan diri Pemkot Jogja. Pemkot berniat menghidupkan even serupa, yakni Jogja Java Carnival (JJC) yang sempat mati suri selama empat tahun.Wakil Wali Kota Imam Priyono meng-ungkapkan, kreasi warga Kota Jogja terbukti mampu bersaing. Ini, ia ra-sakan saat memimpin rombongan Kota Jogja di even KAA karnaval itu. “Yang selfie sangat banyak. Kalau buat even sama di Jogja, saya kira sangat menarik wisatawan,” jelas IP, sapaan akrabnya, kemarin (28/4).
Jika Jogja mengadakan even serupa, IP yakin akan lebih meriah. Sebab, Jogja memiliki syarat dan potensi untuk lebih sukses. Salah satunya, dari sisi sumber daya manusia, Jog-ja lebih banyak. “Dari sisi apa pun, kami lebih lebih unggul, ” tandasnya.IP menjelaskan,berhentinya JJC dalam beberapa tahun terakhir, tak lepas adanya larangan di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permedagri) No 13 tahun 2011 tentang Hibah. Dalam Permendagri tersebut, mela-rang penyaluran hibah selama ber-turut-turut. “Ya, skema anggarannya bukan hibah. Diganti dengan kegia-tan,” jelasnya.Ia menambahkan, dengan skema yang berbeda, dirinya optimistis even seperti JJC, bakal terselenggara lagi. Bahkan, bisa menjadi daya tarik wisatawan ke Jogja. “Masak Solo bisa, kok Jogja nggak bisa. Padahal, persaingan Jogja selalu dengan Solo,” tandas mantan Dirut PDAM Tirtamarta ini.
Dia menambakan, belajar dari kesuksesan Kota Bandung tersebut, Pemkot Jogja merencanakan untuk bisa menghidupkan kembali even budaya itu.Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Dinas Pariwisata Kota Jogja Yetti Martanti menjelaskan, untuk mewujudkan keinginan menhidup-kan lagi JJC, konsep awalnya adalah dengan melibatkan tim ahli guna melihat karakteristik potensi seni yang dimiliki tiap wilayah.Selanjutnya, Disparbud akan mela-kukan pendampingan terkait pengema-san atraksi seni, sehingga mampu menarik perhatian, sekaligus membe-rikan tuntutan bagi masyarakat.Sedangkan untuk penampilan atrak-si seni kewilayahan, akan meman-faatkan karnaval budaya yang kerap digelar rutin pada akhir tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan, pemkot akan memfasilitasi kegiatan khusus, guna memamerkan atrakasi kesenian layaknya Jogja Java Carnival. “Kami targetkan tahun ini bisa terea-lisasi,” ujarnya. (eri/jko/ong)