HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PELINDUNG ALAM: Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo beserta jajaran direksi PT Salimas Sejahtera melakukan proses penanaman bibit pohon mangrove di muara Bogowonto, tepatnya di Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, kemarin (22/4).
KULONPROGO – Keberadaan hutan bakau atau mangrove sangat di-butuhkan untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan. Penanaman bibit mangrove menjadi salah satu cara untuk melakukan penghijauan. Seperti yang dilakukan di Muara Sungai Bogowonto tepatnya di Pedukuhan Pasir Mendit, Jangkaran, kemarin (22/4). Di sana ditanami sepuluh ribu pohon bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, pemkab memberikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon mangrove yang dilakukan manajemen Jogjaktronik dalam rangka HUT Jogjatronik Mall ke-10. Diharapkan kegiatan tersebut akan memperluas sebaran mangrove di Pasir Mendit, sehingga menjadi penahan abrasi yang semakin kokoh.”Populasi mangrove yang semakin luas tentu akan menciptakan ekosistem lingkungan di kawasan pesisir menjadi semakin baik, melindungi wilayah dari abrasi dan berdampak positif pada waktu yang akan datang,” tandas Sutedjo.
Wabup Sutedjo mengatakan, mangrove memiliki banyak fungsi di antaranya fungsi kimia, biologi, ekonomi, dan wisata. Mangrove berfungsi menjaga garis pantai dari ancaman abrasi, melindungi tebing sungai dari erosi. Mangrove juga bisa menahan sedimen-tasi sehingga memunculkan kawasan penyangga proses intrusi (rembesan air laut) sekaligus menjadi filter air asin menjadi tawar. Sementara itu, General Manager PT Salimas Sejahtera Adi Juniarto menyampaikan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab manajemen terhadap kelestarian lingkungan hidup. Sekaligus wujud rasa syukur karena usia Jogjatronik Mall sudah genap sepuluh tahun. “Secara kebetulan kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, kami bertekad untuk menyelesai-kan penanaman sepuluh ribu pohon di Pasir Mendit,” terangnya.Terpisah, Ketua Kelompok Wana Tirta Pasir Mendit Warso Suwito, 53, menjelaskan, kelompoknya sudah berdiri sejak tahun 2009. Sedangkan saat ini ada 20 anggota aktif. Kegiatan yang dilakukan mulai dari pembibitan dan perawatan mangrove, juga cemara udang dan pandan yang sekarang sudah mulai kelihatan hasilnya.”Hingga saat ini lahan yang sudah ditanami mangrove ada sekitar 28 hektare, dan yang bertahan hidup serta tumbuh kuat menjaga garis pantai sudah mencapai 50 persen dari total lahan yang ada,” jelasnya. (tom/ila/ong)