GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
IKON BARU JOGJA: Kawasan Titik Nol Kilometer menjadi salah satu tujuan wisatawan menghabiskan waktu di Jogja.
JOGJA – Seperti biasa, saat li-buran maupun akhir pekan ka-wasan Titik Nol Kilometer Jogja menjadi salah satu tujuan wisa-tawan menghabiskan waktu. Rencana Pemkot Jogja yang akan menambah ikon baru di kawasan itu, disambut baik para pelancong dari luar daerah.Hal itu terbukti ketika Radar Jogja menanyakan kepada para pengunjung kawasan Titik Nol, terutama wisatawan dari luar daerah tentang ide Pemkot Jogja tersebut kemarin (3/4). Beberapa orang mengaku men-dukung. Seperti yang diungkap-kan Dirga, pelancong asal Serang, Banten
“Oh iya, malah tambah bagus, bisa tambah objek foto baru,” ujarnya.Dirga yang mengaku sudah hampir setahun tidak berlibur ke Jogja mengatakan, sebenar-nya di kawasan Titik Nol Kilo-meter itu sudah berbeda dari sebelumnya. Terutama dengan penempatan instalasi seni, karya beberapa seniman di sana. Ia berharap karya seni seperti itu bisa ditambah. “Seharusnya memang ditambah dengan ka-rya seni supaya menunjukkan khasnya Jogja sebagai kota wi-sata,” sarannya.Hal senada diungkapkan Riz-ki Fajar, wisatawan asal Sragen, Jawa Tengah. Ia meminta penam-bahan ikon baru Titik Nol Jogja itu bisa menampilkan sisi tradi-sional Jogja. “Misal dengan meng-gunakan aksara Jawa, biar ma-syarakat dari berbagai daerah yang datang juga mengenal aksara Jawa,” kata mahasiswa UNS Solo ini.
Sementara itu salah seorang pengunjung Titik Nol asal Su-rabaya, Trisnawati, meminta selain penambahan landmark baru Titik Nol, Pemkot Jogja bisa menata kawasan itu. Teru-tama dengan keberadaan peng-amen dan pengasong yang dianggapnya mengganggu ke-nyamanan wisatawan. “Sebenarnya baik-baik saja buat ikon baru. Tapi yo mbok tolong pengamen ditertibkan, ini baru duduk sudah tiga pengamen yang datang,” keluh-nya.Kondisi ini diakui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malio-boro Syarif Teguh. Banyak kelu-han tentang keberadaan PKL dan pengamen yang membuat pengunjung tidak nyaman. Ka-rena itu, selain rencana pem-buatan ikon baru Titik Nol, pi-haknya juga akan menambahan fasilitas tempat duduk, pene-rangan, tempat sampah, dan lainnya. “Keluhan-keluhan itu jadi masukan kami dan segera dicarikan solusinya,” katanya. (pra/laz/ong)