GUNAWAN/RADAR JOGJA
PRIHATIN: Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menemui salah satu tersangka distributor penimbun beras warga Ledoksari, Kepek, Wonosari, Ngadiyono, kemarin (25/3
GUNUNGKIDUL – Salah satu tersangka penimbun pupuk bersubsidi warga Ledoksari, Kepek, Wonosari, Ngadiyono didatangi Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, kemarin (25/3). Meski ditetapkan tersangka, yang bersangkutan tidak ditahan karena pertimbangan kesehatan.
“Saya ingin silaturahmi dengan bapak (Ngadiyono),” kata Immawan mendekati tersangka.
Dalam posisi berdiri, Immawan terlihat menceramahi tersangka. Immawan berujar, kebutuhan pupuk bagi petani sangat vital, terlebih jenis pupuk bersubsidi. Dampak akibat kelangkaan pupuk sangat kompleks. Tidak hanya bagi petani namun turut dirasakan masyarakat secara luas, karena makanan berasal dari petani.
“Untuk itu sebagai distributor hendaknya menjalankan peran sebaik mungkin, jangan sampai menyimpang dari rel yang sudah ada,” kata Immawan.
Mendengar ceramah tersebut, tersangka hanya manggut-manggut. Dia ingin menjelaskan sesuatu namun pita suaranya bermasalah. Berdasarkan informasi, tersangka ini tengah menderita penyakit stroke. Dia mengaku mendapatkan pupuk bersubsidi dari seseorang dengan harga Rp 135 ribu.
Immawan sendiri menyatakan sikap tegas kepada distributor nakal. Ketika melihat tumpukan pupuk bersubsidi sitaan di Polres Gunungkidul, dia menegaskan penimbunan pupuk termasuk kejahatan luar biasa. Sebab, pupuk yang dijual secara ilegal dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 90 ribu menjadi Rp 150 ribu per saknya.
“Jangka pendek, kerugian petani membeli dengan harga tinggi, tetapi efek jangka panjangnya luar biasa menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.
Atas kasus tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap sejumlah distributor pupuk dan mengajak mereka menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan prosedur yang benar. Diakui Immawan, pemkab tidak memiliki instrumen yang cukup mengenai perizinan. “Apalagi modus distributor sudah sedemikian rupa jika ada pelanggaran izin sanksinya bisa perdata sampai pidana dan itu ranahnya pihak kepolisian,” jelas immawan.
Politisi PAN itu menilai distributor yang mempermainkan harga pupuk akan segera dicabut izinnya. Sebab, dari informasi yang dihimpun tindakan yang dilakukan tersangka sudah berulang kali.
Sementara, Kapolres Gunungkidul AKBP Heriyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pupuk tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengorek informasi pemasok pupuk. “Hingga sekarang masih kita dalami. Untuk tersangka memang belum ditahan karena masih menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Gunungkidul menggerebek gudang pupuk bersubsidi di wilayah kecamatan Playen dan Wonosari. Petugas mengamankan dua orang tersangka dan delapan ton pupuk bersubsidi. (gun/ila/mga)