JOGJA – Dianggap efektif keberadaannya di tingkat kota, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan dikembangkan hingga di tingkat kecamatan. Keberadaan mereka di tingkat ke-camatan, akan diintegrasi dengan keberadaan pamong budaya. Hal itu ditegaskan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) dalam momen peringatan ulang tahun ke-65 Satpol PP dan HUT ke-53 Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Jogja, kemarin (23/3). “Fungsi Satpol PP dan Linmas dalam hal penegakan perda, pembinaan keten-teraman, dan perlindungan masyarakat bisa diwujudkan selama tetap profesional dalam menjalankan tugasnya,” terang HS.
HS menambahkan, harapan Gubernur DIJ Sri Sultan HB X supaya bisa mengangkat pamong budaya di tiap wilayah, yang nantinya diperban-tukan ke Satpol PP di tingkat kecamatan, juga siap diwujudkan. “Nanti, keberadaan pamong budaya akan diintegrasikan dengan Satpol PP,” ujarnya.Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketertiban (Dintib) Nurwidi Hartana. Menurut-nya, keberadaan pamong budaya akan didorong untuk bekerja sama dengan Satpol PP. Terlebih jumlah Satpol PP di Kota Jogja juga terbatas. Saat ini hanya terdpat 238 petugas Satpol PP, yang terdiri dari 164 PNS dan 74 tenaga bantu. “Kalau sesuai analisa jabatan untuk 34 perda, idealnya butuh 400 perugas,” jelasnya.
Sementara untuk Linmas, jumlahnya dianggap sudah mencukupi. Dintib juga memiliki target satu RT satu Linmas, meskipun begitu diakuinya masih ada RT yang belum memiliki Linmas. Saat ini terdapat sekitar 2.600 petugas Linmas, sementara total jumlah RT mencapai 2.529. “Sebenarnya sudah mencukupi tinggal sebaran-nya yang tidak merata,” katanya. (pra/jko/ong)