MAGELANG – Semenjak berganti pimpinan, ada pola yang berubah pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Magelang. Saat dipimpin Joko Wahidin, Kes-bangpolinmas sering mengadakan razia penyakit masyarakat (pekat). Institusi ini rajin menyasar hotel kelas melati. Kini, begitu dipimpin Eri Widyo Saptoko, razia pekat berubah. Di bawa kepemimpinannya, Eri mengedepankan operasi waspada
Ini seiring penyesuaian tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) instansi Kesbangpolinmas.”Wewenang razia hanya bisa dilakukan instansi penegak pe-raturan daerah (perda). Yakni, Satpol PP. Kesbang hanya men-dukung razia atau operasi se-macam itu. Bukan menjadi koordinator kegiatan razia. Terutama pada tempat kos atau-pun di hotel melati,” ungkap Eri kemarin (11/3).
Mantan Kepala DKPT ini me-maparkan, Kesbangpolinmas hanya memberikan dukungan agar di Kota Magelang ini tercipta situasi yang kondusif dan aman. Hanya, untuk penekanan dan langkah persuasif, pihaknya menjanjikan terus merealisasikannya.”Kami hanya mendukung, tidak menggagasnya (razia). Yang kami pakai istilahnya, operasi waspada. Jadi sifatnya universal, tidak terfokus di titik-titik ter-tentu saja. Misal, tempat kos dan hotel melati,” imbuhnya.Upaya persuasif tersebut akan digencarkan untuk sosialisasi pada masyarakat. Misal, di sekolah-sekolah atau lingkungan masyarakat itu sendiri.”Cenderung ke bagaimana cara mengantisipasinya. Misal-nya soal kenalakan remaja, van-dalisme, miras, dan lainnya. Ranahnya, melakukan penaka-nan wawasan kebangsaan,” katanya.
Eri menyebutkan realisasi ope-rasi waspada ini tidak mesti dilakukan saat malam hari. Namun, justru rutin bakal di-selenggarakan pada siang hari.”Berbeda dengan razia pekat sebelumnya. Nanti lebih statis. Dan sekarang sedang kami ru-muskan. Skalanya yang jelas untuk stabilitas daerah,” tegasnya.Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Magelang, Retno Rini Setyaningrum menegaskan, ke-siapan pihaknya melakukan penertiban di wilayah setempat. Ia mengaku, tidak akan pandang bulu bila didapati adanya pe-langgaran norma dan perda.”Meskipun sifatnya persuasif, bukan berarti kami membebas-kan pelaku usaha tempat kos, hiburan, dan hotel-hotel bisa bebas. Justru kami berharap agar mereka senantiasa selektif. Tidak melulu ingin untung semata,” katanya mengingatkan.
Salah satu contoh, Satpol PP Kota Magelang baru menggelar razia pekat di tempat kos bebe-rapa pekan lalu. Tidak adanya pembinaan khusus pada pa-sangan tidak sah kala itu, lanjut Rini, semata demi menjaga kon-dusivitas masyarakat.”Kami ingin persuasif terlebih dahulu. Apabila kemudian hari mereka masih melakukan (pelang-garan) sudah tentu akan diberi sanksi. Walaupun sifatnya hanya pembinaan, kami harap bisa buat efek jera,” katanya. (dem/hes/ong)