SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJABIKIN IRI: Keramaian pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Trikora Jogja kemarin (12/1). Kenyataan ini membuat iri para pedagang asongan yang tergabung dalam KPKKY.
JOGJA – Niat baik penataan ka-wasan Alun-alun Utara Jogja, ter-nyata berdampak buruk terhadap para pedagang asongan. Untuk memperjuangkan nasibnya, ke-marin (12/2), mereka ngudoroso di hadapan Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono (IP), dan Kepala Satpol PP Kota Jogja Sukamto
Di hadapan IP, dengan label audiensi, para pedagang asong-an yang menamakan dirinya Komunitas Pedagang Keliling Kota Yogya (KPKKY) itu, me-minta revitalisasi kawasan Alun-alun Utara Jogja juga memberi-kan ruang bagi para anggotanya.Ketua KPKKY Sinta Setyowati mengatakan, para pedagang anggota KPKKY, merupakan pedagang keliling yang biasa berjualan di hotel-hotel saat pagi. Sementara itu, untuk sore harinya, mereka berjualan di sepanjang Jalan Pangarukan Jogja.”Revitalisasi alun-alun dengan larangan bus pariwisata masuk ke Jeron Beteng, mempengaruhi pendapatan kami. Sudah dua bulan ini, kami tidak ada pema-sukan,” ujar Sinta.
Awalnya mereka bisa mene-rima kebijakan itu, karena meru-pakan kebijakan pemerintah. Sejak adanya larangan bus pa-riwisata masuk ke kawasan alun-alun itu, para pedagang sempat memilih beralih berjualan di Taman Parkir Ngabean. “Namun para pedagang menda-pat penolakan dari komunitas di sana,” tandasnya. Kondisi tersebut, membuat mereka berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Senopati, tetapi justru menjadi sasaran penertiban Satpol PP Kota Jogja. “Sesuai dengan nalu-ri pedagang, di mana banyak wisatawan, kami akan berjualan di situ. Namun kami malah di-uyak-uyak Satpol PP,” ungkapnya.
Untuk itu, KPKKY berharap kepada Pemkot Jogja, agar bisa membuatkan tempat berdagang yang lebih layak. Sinta mene-gaskan, para pedagang KPKKY sebenarnya juga sudah lelang berjualan keliling, dan tidak memiliki jaminan tempat ber-jualan. “Karena itu, kami memohon. Kami meminta ditata di tempat yang lebih layak, dan tidak me-langgar peraturan,” ungkapnya.Wakil Wali Kota Jogja Imam Priono (IP) yang menemui para pedagang tersebut menjanjikan akan mencari solusi bagi para pedagang tersebut. IP berjanji membahasnya dengan para ke-pala dinas terkait. “Oke, kami sepakat penataan di kawasan Alun-alun Utara juga harus mem-perhatikan pedagang di kawasan tersebut,” kata IP.
Mengenai permintaan lokasi berjualan yang permanen, juga akan dibicarakan dengan ins-tansi terkait. “Tapi harus ada jaminan, kalau dibuatkan lo-kasi berjualan baru, lokasi lama jangan dipakai jualan lagi,” la-njutnya.Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Jogja Sukamto menga-takan, para pedagang yang ter-gabung dalam KPKKY ini sebe-narnya pedagang musiman. Mereka hanya berjualan saat liburan atau akhir pekan saja. Menurut Sukamto, sebenarnya Satpol PP sudah memberikan toleransi dengan memperbole-hkan pedagang berjualan pada Sabtu dan Minggu di Jalan Pangurakan.”Tapi karena mereka berjualan di luar lokasi yang disepakati, terpaksa kami tertibkan,” ung-kapnya. (pra/jko/ong)