RADAR JOGJA FILE
BUAH SEGAR: Apel jenis Granny Smith dan Royal Gala dilarang beredar di Jogjakarta. Hal ini mempengaruhi penjualan buah lokal yang semakin banyak dicari oleh pembeli. Terlihat pedagang buah tengah menjajakan apel lokal di Kulonprogo belum lama ini.
JOGJA – Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIJ mengumumkan keberadaan apel imporGranny Smith dan Royal Gala terbebas dari bakteri Listeria Monocytogenes. Meski negatif, keberadaan apel yang diproduksi oleh Bidart Bros, Bakersfield, California, Ame-rika Serikat (AS) tersebut untuk semen-tara dilarang beredar di Jogjakarta.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) DIJ I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyatakan, dari sepuluh sampel apel yang diperiksa di laborato-rium BPPOMternyata hasilnya negatif. Dalam pengujian tersebut, BPOM me-meriksa lima apel Granny Smith dan lima apel Royal Gala hasil sitaan BKPP DIJ beberapa waktu lalu.”Hasil identifikasi kami ternyata apel tersebut negatif dari bakteri listeria,” jelas Ayu di Kantor BKPP DIJ, Rabu (4/2).
Meski dinyatakan negatif, BKPP tetap melarang peredaran apel tersebut di DIJ. Pelarangan tersebut berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Standardi-sasi dan Perlindungan Konsumen, Ke-menterian Perdagangan RI yang dite-rima Disperindagkop dan UKM DIJ.Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Eko Witoyo menyebut berdasarkan surat edaran ter-sebut, dua jenis apel produksi Bidart Bors dilarang beredar di Indonesia, termasuk Jogjakarta. “Selain produk tersebut, apel asal AS lainnya dipersilakan masuk dan beredar di Indonesia,” jelas Eko.
Meski dinyatakan negatif, Eko menga-takan keberadaan apel tersebut tidak bisa dikatakan aman begitu saja. Hal ini dikarenakan, pihaknya masih akan me-lihat perkembangan temuan-temuan lain di luar kota Jogjakarta.Eko menjelaskan, bersama tim jejaring yang dibentuk, pihaknya telah melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang di-duga menjual apel tersebut. Namun dari sejumlah hypermart, grosir buah dan su-permarket yang disisir, tidak ditemukan dua jenis apel tersebut. “Keberadaan im-portirnya pun tidak ada di Jogjakarta. Apel-apel tersebut dikirim dari luar Jogjakarta melalui pintu-pintu sejumlah pelabuhan dan bandara,” kata Eko.
Sementara itu, Kepala BKPP DIJ Arofa Noor Indriani menjelaskan, Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) DIJ beberapa waktu lalu berhasil menyita 298,3 kilogram apel jenis Granny Smith dan Royal Gala di sejumlah tempat. Dari ratusan kilorgram dua jenis apel tersebut, hanya 32 kilogram saja yang diduga diproduksi Bidart Bros, Bakers-field, California, AS.”Dari lima supplierapelimpor di DIJ tersebut, empat di antaranya mengaku kehabisan stok. Ini menandakan sudah terjual kemasyarakat,” katanya.
Dari supplier tersebut, TJKPD berhasil mengamankan sekitar 18 kardus dan lebih dari 100 kilogram yang berhasil diamankan dari sejumlah swalayan dan pengecer di sejumlah titik. Berdasarkan pengakuan dari pengecer, pembeli bu-ahapeltersebut konsumen tertentu. Kon-sumennya menengah ke atas karena rata-rata dijual Rp 48.000 per kilogram. “Alasan mereka adalah buahapelhijau bermanfaat untuk diet danapelmerah untuk obat diabetes,” jelasnya. (bhn/ila/ong)