FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
KETEGASAN: Sigit Widyonindito menegur PKL yang masih nekat berjualan di trotoar di Jalan Pemuda.
MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito selalu melakukan pe-mantauan dan evaluasi terhadap pe nataan kota. Tidak jarang, ia langsung turun ke bawah dengan mengajak bawahannya berkeliling kota. Seperti yang dilakukan kemarin (19/1), wali kota didampingi Wakil Wali Kota Joko Prasetyo, Sekda Sugiharto, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) berkeling kota meng-gunakan bus milik pemkot.
Di dalam bus, walikota juga langsung memberi pengarahan pada bawahannya, terkait temuan dan permasalahannya yang dihadapi.Rombongan mulai jalan dari Pemkot Magelang sekitar pukul 07.30 menuju ke Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian, rombongan berhenti sejenak di Taman Depan Hotel Atria. Sigit menilai taman perlu dibenahi lagi agar lebih tertata dengan baik
“Taman itu kan mempercantik wajah kota, harus dipelihara dengan baik dan dikembangkan lagi agar makin bagus. Jenis bunganya bisa bervariasi lagi, agar makin terlihat menarik,” kata Sigit.
Usai dari taman, wali kota melanjutkan pantauannya ke wisata Gunung Tidar. Di wisata yang tengah dikembangkan ter-sebut, wali kota bisa menegaskan tempat tersebut bisa menjadi destinasi wisata yang potensial. Sebab, pengunjung kebanyakan berasal dari luar kota. Karenanya, ia ingin dilakukan promosi agar menambah jumlah kunjungan-nya.”Wisata ziarah ini sudah ter-kenal di mana-mana. Jika nanti semakin ramai, rakyat juga yang langsung merasakan manfaatnya. Saya minta khususnya SKPD terkait serius melakukan pe-nataan,” perintahnya.
Selanjutnya, rombongan me-nuju ke kawasan Pasar Stres yang akan berganti nama menjadi Pasar Sidomukti. Wali kota ingin pembangunan pasar dimulai. Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) juga tak luput dari perha-tian mantan kepala DPU Kota Magelang ini. Saat melewati beberapa jalan Protokol seper-ti Jalan Tidar (Kuliner Kartika Sari), Gatot Subroto, Tentara Pelajar, Kawasan Alun-alun, Jalan Pahlawan, Ahmad Yani, dan Jalan Pemuda, dirinya masih menemukan PKL yang ber jualan di trotoar.
Padahal, sudah melakukan penataan dengan memindah lokasi ke tempat yang telah di-sediakan pemkot. “Saya perha-tikan masih ada beberapa tro-toar yang digunakan berjualan, ini tugas Satpol PP menertibkan-nya. Tentunya ini menjadi per-hatian, jangan sampai nanti PKL yang sudah tertata, kembali lagi ke trotoar,” tegasnya.Wali kota dan rombongan sem-pat turun ke kawasan Jalan Pe-muda. Melihat ada PKL yang berjualan di trotoar, wali kota langsung menegur dan minta PKL tidak lagi menempati trotoar tersebut. (dem/hes/ong)