PANITIA KRAPSI FOR RADAR JOGJA

TES GELANGGANG: Para atlet renang peserta Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) 2014 saat melakukan tes Gelanggang Tirta Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta, kemarin (26/12).

DIJ Tetap Pede

JOGJA – Meskipun berstatus tuan rumah, DIJ memang tak masuk dalam daftar unggulan pada ajang Kejuaraan Renang Antar Perkum-pulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) 2014 yang dibuka hari ini (27/12) di Gelanggang Renang Tirta Krida Akademi Angkatan Udara (AAU). Pasalnya memang masih banyak provinsi yang memiliki kekuatan lebih dahsyat dari Bumi Ngayogyokarto.Ditambah lagi, beberapa perenang andalan DIJ masih berstatus unattached atau tidak bisa membela klub. Salah satunya, adalah perenang puteri, Valerie Pauline.
Berdasarkan AD/ART PRSI Pusat, setiap perenang yang ber-pidah dari perkumpulan lain yang berbeda kota/kabupaten tidak diperbolehkan mem-bela klub selama enam bulan.Beberapa bulan silam, Pauline memutuskan hijrah dari Tirta Taruna (TT) Jogja ke Alvita Bantul. Otomatis Pauline harus menunggu be-berapa bulan lagi untuk bisa membela klub barunya ini.”Karena ini kejuaraan antarperkumpulan, maka Pauline tidak bisa turun dulu. Kalaupun turun ya tidak membela klub, sehingga medalinya tak dianggap. Selain Pauline, Maestro dan Fahri juga masih unattached,” kata Ketua Umum (Ketum) Pengprov PRSI DIJ, Maryanto.
Namun, Maryanto yakin DIJ dapat membe-rikan perlawanan sengit untuk perenang-pere-nang yang berasal dari luar daerah. Sebanyak 70 atlet dari 7 perkumpulan diyakini bakal me-nyumbangkan medali sesuai target. Pengprov PRSI DIJ memancang target 3 emas, 3 perak dan 4 perunggu.Perenang yang paling diandalkan adalah Kea-nu Tristan Nayoan. Maryanto mengatakan, mu-rid SD Tarakanita Bumijo ini seringkali mendu-lang prestasi luar biasa di kelompok usianya. “Kami masih punya Keanu dan beberapa pere-nang lain,” tandasnya. (nes/jko/ong)