BAHANA/RADAR JOGJA

KUNJUNGAN: Manajemen Radar Jogja berkunjung ke Kantor BPD DIJ Jalan Tentara Pelajar, Selasa (16/12).

Laba Usaha Meningkat 120 Persen

JOGJA – Di usianya yang ke-53 Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIJ memantapkan komitmennya untuk menjadi tuan di rumah sen-diri. Komitmen tersebut akan di-buktikan melalui peningkatan ke-nyamanan pelayan terhadap nasabah, serta memberi kontribusi bagi pembangunan Jogjakarta.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BPD DIJ Bambang Setiawan saat menerima kunjungan manajemen Radar Jogja di Kantor BPD DIJ Jalan Tentara Pelajar, Selasa (16/12). Bambang juga mengapresiasi antusiasme investor yang datang dalam ke-giatan Investing Jogja 2014 yang digelar beberapa hari lalu di Royal Ambarrukmo Hotel. “Kami sangat puas karena ber-hasil membawa investor tidak hanya lokal, tetapi dari beberapa negara luar seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Korea,” kata Bambang.
Bambang mengungkapkan pre-stasi membanggakan yang dip-eroleh BPD DIJ tahun ini dengan mencatatkan laba usaha menca-pai 120 persen dari tahun lalu. Laba usaha tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah sekitar Rp 207 miliar.Bambang menjelaskan tutup tahun 2014 ini Bank BPD DIJ juga men-galami peningkatan di beberapa sektor. Indikator tersebut bisa dili-hat dari return on equity (ROE) mencapai 25 persen, return on assets (ROA) 3,11 persen.
Begitu pula dengan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) ditekan hinga 70,31 persen.Sementara itu di sektor kredit, non performing loan (NPL) hanya di kisaran satu persen. Jumlah tersebut sangat rendah dan me-nandakan BPD DIJ sebagai bank yang sehat. Sedangkan kredit yang telah dikucurkan mencapai Rp 5,1 triliun atau tumbuh sekitar 25 persen dari tahun laluBambang mengatakan selama ini masih ada stigma BPD DIJ adalah bank pegawai negeri sipil (PNS). Karena mengelola dana dari pemerintah terutama PNS. Hal ini tidak bisa disanggah oleh Bambang, sebab pada awal ber-dirinya BPD DIJ memang banyak mengelola dana PNS.
Namun seiring berjalannya waktu, bank milik pemerintah DIJ ini telah bertranformasi. Bambang me-nyatakan pengelolaan dana bukan saja berasal dari pemerintah atau PNS saja. BPD DIJ kini sudah mengelola dana masyarakat umum. “Sumber dana kini tidak tergan-tung dari pemda. Dana masyara-kat nonpemda sekarang sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya.
Bambang mengatakan tahun 2014 merupakan tahun trans-formasi dalam segala bidang. Bambang menargetkan BPD DIJ menuju bank yang lebih kon-vensional dan modern. Sehing-ga, organisasidapat beradap-tasi dalam menghadapi per-saingan sektor perbankan yang semakin besar. Dia menyebutkan keberhasilan BPD DIJ dalam menghadapi per-saingan dengan bank lain dibuk-tikan melalui market share sebe-sar 17 persen. Itu artinya 83 per-sen lainnya masih harus dipere-butkan oleh 43 bank yang ada di DIJ. “Kami masih terus targetkan market share bisa mencapai 30 persen,” jelasnya. (bhn/ila/ong)