JOGJA – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja mengintensifkan operasi cipta kondisi. Dalam operasi yang digelar malam kemarin, Dintib Kota Jogja berhasil menggaruk puluhan botol minuman keras oplosan.Kepala Dintib Kota Jogja, Nur-widi Hartana mengatakan, miras oplosan yang berhasil disita ter-sebut berada di salah satu toko kelontong di Jalan Krasak, Ko-tabaru Jogja.
Awalnya, Dintib Kota Jogja mendapatkan laporan dari mahasiswa. “Kami lakukan operasi secara mendadak supaya tidak bocor,” ujarnya, kemarin.Di toko kawasan Kotabaru ter-sebut, pihaknya berhasil me-nyita 23 botol miras jenis oplosan dan dua botol miras kemasan. Untuk membuat jera, penjual miras langsung diamankan dan akan diajukan ke pengadilan. Nurwidi juga mengaku juga akan menelusuri asal miras oplosan tersebut. “Masyarakat yang mengetahui peredaran miras, kami harap bisa mela-porkan pada kami,” imbaunya.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi Dintib Kota Jogja Totok Suryonoto menambahkan, sanksi yang diberikan pada pelaku penjualan miras akan semakin berat. Menurut dia, sudah ada kesepakatan bersama antarpenegak hukum di Kota Jogja. “Para penegak hukum sudah sepakat untuk memberi-kan hukuman yang berat bagi penjual miras. Mereka akan di-kenakan ancaman terberat, misal denda Rp 500 ribu dan kurungan selama tiga bulan. Ini untuk memberikan efek jera,” tegasnya.Tindakan tegas harus diambil, karena dampak miras oplosan sangat membahayakan. Hal itu bisa dibuktikan banyaknya kasus miras oplosan yang telah mema-kan banyak korban nyawa yang meminumnya. (pra/jko/ong)