RADAR JOGJA FILE
FANATIK: Dukungan luar biasa suporter terhadap PSS Sleman ditunjukkan di Maguwoharjo International Stadium (MIS). Sikap ini tetap mereka lakukan ketika PSS Sleman mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI.

Slemania Minta Hukuman Setimpal untuk Direktur

SLEMAN-Sesuai amanat rapat stake-holder PSS Sleman di Rich Sahid Hotel beberapa waktu lalu, masyarakat sepak bola di Sleman wajib membentuk sebuah tim kecil guna merumuskan masa depan Super Elang Jawa (Super Elja)- julukan PSS Sleman. Tim ini akan terdiri dari tujuh unsur, yakni PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Pemkab Sleman, klub amatir selaku pemilik asli PSS, sesepuh, suporter, PSSI Kabupaten Sleman dan KONI Sleman.
Sayangnya, jangankan sudah bekerja, tim ini sendiri belum terbentuk secara permanen. Memang sudah ada orang-orang yang bersedia masuk ke tim ini. Bahkan tim ini sudah beberapa kali melakukan pertemuan kecil. Namun siapa-siapa saja yang masuk di tim ini belum di-umumkan dengan alasan masih bisa mengalami pergantian.
Namun salah satu sesepuh sepak bola Sleman yang juga berperan dalam pembentukan tim perumus PSS Hendricus Mulyono mengatakan, tim kecil tersebut memang belum akan bekerja dalam waktu dekat. Kata sosok yang akrab disapa Mbah Mul tersebut, tim kecil baru benar-benar bergerak se-telah PT PSS melakoni Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),”Dalam RUPS ini manajemen musim 2014 yang dipimpin Pak Supar-djiono harus mempertanggungjawabkan kinerjanya dulu pada PT PSS).Setelah manajemen 2014 dinyatakan purna tugas barulah tim kecil bisa bekerja,” terang Ketua Umum (Ketum) PSSI Kabupaten Sleman ini.
Kapan digelarnya RUPS juga masih belum dapat diketahui. Sebab, saat ini PT PSS masih fokus menjalankan proses banding terhadap hukuman awak mereka terkait skandal sepak bola gajah pada laga terakhir babak Delapan Besar Divisi Utama 2014 melawan PSIS Semarang.
Komding PSSI sudah memastikan proses banding PSS maupun PSIS akan dilakukan Selasa (9/12). Mbah Mul berharap hasil sidang tersebut bisa menguntungkan semua pihak. “Untuk RUPS juga harus tunggu banding pasalnya PT PSS memang baru fokus melakukan banding hukuman untuk para pemain, pelatih dll,” tukasnya.
Di hari yang sama dengan sidang banding PSS, Pardji sebagai satu-satunya awak manajemen yang belum mendapat vonis dari Komdis PSSI bakal menjalani sidang di depan Hinca Pandjaitan dkk. Komdis PSSI sepertinya langsung memberikan vonis pada pria yang juga pengusaha konstruksi tersebut.
Pada sidang 21 November lalu, Komdis menyatakan kalau sanksi untuk Pardji hanya ditunda. Penyebabnya, yang bersangkutan tidak hadir dalam sidang tersebut.Sayangnya, Pardji belum menanggapi panggilan sidang Komdis yang dilayang-kan kepadanya. Saat dihubungi Radar Jogja kemarin, telepon selulernya tidak aktif.
Menanggapi hal ini Pelaksana Tugas (PLt) Ketua Umum (Ketum) Slemania Lilik Yulianto tetap menyatakan kalau Komdis sudah bersikap tidak adil. Kata dia, diundurnya sidang keputusan sanksi untuk Pardji mengindikasikan adanya konspirasi besar untuk mengamankan seseorang yang dianggap punya pengaruh kuat.
Ia pun berharap Komdis memberikan keputusan yang tepat untuk Pardji. Bagi Slemania, Pardji tetaplah orang yang paling bertanggungjawab dalam skandal sepak bola gajah. “Kalau sampai huku-mannya ini ringan atau bahkan tidak ada hukuman, berarti jelas ada apa-apanya. Pak Pardji jelas bersalah karena dia ada-lah pucuk pimpinan di manajemen PSS,” tegasnya. (nes/din/ong)