SETIYAKI/RADAR JOGJA
ANTUSIAS: Para pedagang saat mendaftar stan untuk berjualan dalam gelaran Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014, di Kantor Disperindagkoptan Kota Jogja, kemarin (13/11).
Yang Lunas Bisa Langsung Dirikan Stan
JOGJA – Minat masyarakat un-tuk berjualan dalam gelaran Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014 tergolong tinggi. Sejak mulai dibuka pendaftaran modul atau stan PMPS 2014 pada Rabu (12/11), jumlah stan yang terjual sudah mencapai sepertiga dari yang disediakan
Panitia PMPS 2014 Bidang Pemanfaatan Lahan Sri Harnani mengatakan, hingga kemarin siang (13/11), sudah terjual 215 stan dari 660 stan yang disediakan pada Sekaten tahun ini. Dari jum-lah pendaftar tersebut, pemasu-kan yang diterima mencapai Rp 394 juta. “Kali ini hitungannya per hari,” ujarnya di sela proses pendaftaran stan di Kantor Dis-perindagkoptan Kota Jogja.
Menurut dia, para penyewa bermacam-macam. Ada penyewa yang langsung sewa penuh se-lama 37 hari pelaksanaan PMPS 2014. Ada pula penyewa harian, per 10 hari. Untuk para penyewa yang tidak penuh hingga akhir tersebut, diharuskan untuk mem-perpanjang sewa (jika ingin melanjutkan). “Sebagain besar penyewa masih berasal dari wilayah DIJ dan sekitarnya,” tandasnya.Stan yang sudah dipesan juga beragam. Yang paling dominan, adalah stan niaga, seperti ma-kanan, dan pakaian.
“Untuk penyewa stan permai-nan juga sudah mulai mendaf-tar. Tapi saya tidak hafal apa saja permainan yang sudah daf-tar itu,” katanya.
Pada PMPS kali ini, panitia me-larang satu permainan, yaitu Ombak Banyu. Sebab untuk per-mainan yang satu ini, pendirian stannya harus menggali tanah. Lebih jauh dijelaskan, bagi penyewa yang sudah membayar lunas dan mendapatkan surat kontrak, sudah memulai proses pembangunan stan. Panitia juga sudah menempatkan pe-tugas untuk menunjukkan lo-kasi serta mengawasi proses pembagunan stan, sehingga tidak menyalahi aturan.
Selain petugas dari pemkot Jogja, pengawasan juga dilakukan Forum Komunikasi Kawasan Alun-alun Utara (FKKAU). Untuk hal itu, Ketua FKKAU Muhammad Fuad mengaku sudah menerjun-kan 60 petugas. Dalam proses pembangunan stan Sekaten, truk pengangkut juga dilarang masuk ke area Alun-Alun Utara.
“Saat ini Alun-Alun Utara masih dalam proses revitali-sasi, kami hanya memastikan supaya proses pembangunan tidak merusak Alun-Alun Utara,” terangnya. (pra/jko/ong)