HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BELAJAR BAHASA ASING: Talk show bahasa asing yang digelar di MA An Nawawi Berjan Purworejo, kemarin (12/11).
PURWOREJO – Era globalisasi dan persaingan bebas menjadikan bahasa asing wajib dikuasi oleh setiap orang termasuk seorang siswa. Sebab, kemam-puan menguasai bahasa asing bisa menjadi faktor penentu masa depan seorang peserta didik. Hal itu diung-kapkan Kepala MA An-Nawawi Berjan Purworejo H Muslihin Madiani, di sela-sela talk show bahasa Arab di halaman sekolah setempat, kemarin (12/11).
“Talk show ini digelar secara rutin dengan beragam bahasa asing secara bergantian. Dari kegiatan ini, kami harapkan siswa semakin akrab dengan bahasa asing, baik itu bahasa Arab maupun Inggris. Kedepan rencananya akan ditambah dengan bahasa Mandarin,” ungkap Muslihin. Menurut Muslikhin, tantangan ke-depan sangatlah berat. Terlebih me-masuki pasar bebas, membuat per-saingan secara internasional terbuka lebar, dan menuntut kompetensi manusia di semua negara.
“Kami berupaya membekali siswa-siswi kami dengan sesuatu yang me-reka butuhkan di masa mendatang. Sehingga setelah mereka lulus, tidak lagi gamang melihat pesatnya per-kembangan zaman,” ujarnya.
Dikatakan Muslikhin, keterampilan berbahasa asing wajib bagi anak didik, karena bahasa asing menjadi modal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. “Tidak sedikit alumni-alumni kami yang pemahaman bahasa asing-nya bagus, terutama untuk bahasa Arab yang kemudian memperoleh beasiswa di perguruan tinggi di Timur Tengah. Ini tidak lepas dari keuletan guru-guru dalam mendampingi siswa,” katanya.
Ditambahkan, kendati demikian bukan berarti pihaknya lantas mening-galkan bahasa Jawa. Dalam talk show yang dilaksanakan selama satu jam ini, juga ada jadwal untuk bahasa Jawa. “Tentu bahasa Jawa, tidak kalah penting dengan bahasa asing. Kare-nanya dalam salah satu agendanya, talk show ini juga ada sesi bahasa Jawa kromo inggil, ngoko atau logat Banyumasan,” tandasnya.
Ustad Muhyidin Basroni LC MA yang menjadi salah satu pembicara dalam talk show tersebut mengaku bahwa cara ini cukup efektif guna memudah-kan siswa memahami bahasa Arab. “Tadi kami berbicara menggunakan bahasa Arab fuskhah. Dengan dise-lingi humor dan canda mengguna-kan bahasa Arab, sehingga suasana menjadi lebih hidup,” kata alumni Al Azhar ini. (tom/jko/ong)