JOGJA- Sebagai negara berkembang, Indonesia menjadi sasaran empuk bagi peredaran narkoba dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, menjadi penting untuk melibatkan semua pihak, termasuk kalangan mahasiswa.
“Mahasiswa yang per-nahmenjadi korban dari narkoba berpeluang un-tukberubah dan menjadi agen-agen anti narkoba.Te-tapi, sebelum menjadi agen anti narkoba harus diberikan pembekalanagar bisa men-jalankan tuganya dengan baik dan mengetahui cara strategi dan efektif dalam memberantas narkoba,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ Budiharso dalam seminar Pemberdayaan Satgas Anti Narkoba di Lingkungan Mahasiswa di UMY, kemarin (11/11).
Budi mendukung penuh berbagai kegiatan kema-hasiswaan yang mengusung tema anti narkoba. Ia berharap, para mahasiswa ikut berperan aktif dalam satgas anti narkoba di bawah koordinasi BNN. “Kami mendukung penuh segala bentuk kegiatan yang nantinya anda lakukan dalam hal upaya pemberantasan narkoba di lingkungan mahasiswa,” terang Budi.
Ketua Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) UMY Sugito mengatakan, kerja sama dengan BNN akan terus ditingkatkan. Ia berharap, kerja sama ini membuat para mahasiswa mengerti mengenai bahaya narkoba sehingga tidak menjadi target peredaran dan penya-lahgunaan narkoba. “Indonesia menjadi salah satu target penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Karena itu, UMY akan mendukung BNN untuk memberantas narkoba,” kata Sugito. (mar/din/ong)