DWI AGUS/RADAR JOGJA
SPORTIF: Para pemain SMPN 2 Ngaglik berusaha menghibur Miftahhusifa, pemain SMPN 1 Bantul yang menangis setelah dikalahkannya.
SLEMAN – Apresiasi patut diberikan pada tim SMPN 1 Bantul (Heru Cakra) dan SMPN 2 Ngaglik. Dalam laga lanjutan bagian cowok Junio JRBL Jogja Series 2014 kemarin (25/10), kedua tim mempertontonkan semangat juang luar biasa, hingga akhirnya pertandingan harus diakhiri dengan babak overtime
Sejak kuarter awal, kedua tim memang terlibat kejar mengejar angka. Pada kuarter pertama, Heru Cakra mampu unggul 6-4. Namun pada kuarter kedua, giliran SMPN 1 Ngaglik yang mengambil kendali dengan unggul 12-10.
Ngotot ingin menang, Heru Cakra kembali unggul pada akhir kuarter ketiga. Skornya sangat tipis, 17-16. Keunggulan ini bisa dipertahankan hingga laga men-dekati akhir.Sayangnya saat laga kurang satu menit berakhir, dewi fortuna menjauh dari Heru Cakra.
SMPN 1 Ngaglik mendapatkan hadiah free throw tiga kali dari wasit, akibat foul yang diterima pemain mereka Aziz Satria. Foul didapat Aziz saat melakukan lemparan three point.Aziz tenang mampu me-maksimalkan seluruh kesempatan free throw untuk menyamakan kedudukan 23-23.
Masuk ke under one minute, SMPN 1 Ngaglik unggul lewat dua poin yang dilesakkan kapten mereka, Rizky Agung. Tapi, dua free throw yang masuk dari pemain Heru Cakra Farhan Yuda-nanta kembali membuat skor sama 25-25.SMPN 1 Ngaglik memiliki kesempatan besar mengakhiri laga tanpa harus melalui over-time.
Bertepatan dengan dibunyikannya buzzer tanda berakhirnya pertandingan, SMPN 2 Ngaglik mendapat hadiah free throw dua kali. Sayangnya Muhammad yang meng eksekusi lemparan, gagal memasukkan satu bola.
Memasuki overtime, kejar mengejar angka kembali terjadi. Namun SMPN 2 Ngaglik lebih beruntung. Three point dari pe-main mereka Dicky Armayudha pada kedudukan 32-31 untuk Heru Cakra, SMPN 2 Ngaglik unggul 34-32.
Kedudukan ini tak berubah hingga overtime selesai.Sebenarnya Heru Cakra memiliki peluang emas untuk kembali menyamakan skor. Saat per-tandingan tersisa 0,2 detik, pe-main Heru Cakra Miftahusifa tak mendapat kawalan melakukan lemparan dua angka. Sayang lemparan tersebut tidak masuk.
Miftahusifa langsung menangis setelah timnya kalah.Aziz Satria yang menjadi salah satu pahlawan kemenangan SMPN 1 Ngaglik mengaku puas. Sebenarnya saat harus melakukan tiga kali free throw saat ter-tinggal 20-23 di kuarter empat, dirinya sangat nervous.
Namun pada kenyataannya ketiga lemparannya masuk.”Bisa merubah skor jadi 23-23 adalah salah satu faktor me ngapa kami menang,” katanya.Pelatih Heru Cakra Rofihansyah mengatakan, ketidaktenangan anak asuhnya pada babak over-time memang berbuah mala-petaka untuk timnya.
Tapi ia tetap salut, karena para pemain Heru Cakra sudah sangat maksimal.”Pertandingan yang menarik dan menegangkan. Sayang sekali kami harus kalah,” ujarnya. Di laga sebelumnya, tim cowok SMPN 8 Jogja (Bharawa) me-mastikan satu tempat ke babak 16 Besar. Bharawa sukses me-ngalahkan MTs Mualimin dengan skor 25-12. (nes/jko/ong)