Belum P21, Dikenai Juga Pasal TPPU

JOGJA – Kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Ke-tua Front Pembela Islam (FPI) DIJ-Jateng Bambang Tedy (BT) mema-suki babak baru. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ menegaskan berkas atas perkara tersebut masih diteliti oleh jaksa, sehingga belum dapat di-nyatakan lengkap (P21).
“Berkas atas nama tersangka BT ma-sih diteliti oleh jaksa peneliti pidana umum,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji kemarin. Apabila jaksa peneliti menyatakan berkas lengkap, maka akan menyu-rati Polda DIJ kemudian diikuti peimpahan tahap dua yaitu penyerahan barang bukti sekaligus tersangka. Sebaliknya, apabila belum lengkap maka jaksa akan mengembalikan berkas ke penyidik untuk dilengkapi.
“Perkara ini ditangani oleh jaksa pi-dana umum dan disidangkan di Pe-ngadilan Negeri Sleman. Sebab, pi-dana pokok atau asalnya adalah kasus penipuan, TPPU-nya pengembangan,” tandas jaksa asal Imogiri ini.Seperti diberitakan, Bambang Tedy tersangkut kasus dugaan penipuan jual beli lahan senilai Rp 11,7 miliar. Polda kemudian mengembangkan pada pasal TPPU. Sejumlah barang bukti telah disita penyidik, termasuk dua mobil mewah milik tersangka merk Mazda Sport dan Mitsubishi Pajero.
Dua mobil itu diduga kuat merupakan pencucian uang dari hasil jual beli lahan fiktif itu. Kini, Bambang Tedy ditahan di tahanan Polda DIJ. Selain menyeret Bambang, istrinya Sebrat Haryanti turut ditetapkan sebagai tersangka. Sebrat diketahui sebagai Kepala Desa Balecatur, Gamping, Sleman.
Penasihat Hukum Sebrat, Aviq Anshori SH mengatakan pemeriksa-an dan pemberkasan atas nama kliennya sudah rampung. Hanya, ia belum memperoleh informasi terbaru sampai mana proses pemberkasan dilakukan. Berbeda dengan suami-nya, Sebrat tidak ditahan. Alasan penyidik karena Sebrat menjabat sebagai pejabat publik.
“Klien kami juga dikenai Pasal TPPU, tapi kami belum tahu secara pasti apakah BAP-nya masih di penyidik atau sudah dilimpahkan ke kejaksa-an,” kata Ayiq. (mar/laz/ong)