YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA

SIAP MAJU : Sukamto didampingi Bendahara DPCD Partai NasDem Sleman Subarno saat mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP kemarin (17/10).

Jadi Cabup atau Cawabup Tak Masalah

SLEMAN- Penjaringan kandidat calon bupati dan calon wakil bupati di DPC PDIP semakin dinamis. Salah satunya dengan kehadiran Sukamto. Ya, Sukamto yang dikenal sebagai politikus petarung bakal turut meramaikan bursa di partai berlambang banteng moncong putih.
Politikus kawakan itu didampingi Bendahara DPCD Partai NasDem Sleman Subarno mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP kemarin (17/10).
Sukamto adalah orang ke empat yang mengambil formulir, sekaligus menjadi tokoh eksternal pertama yang berniat maju pilkada 2015 melalui PDIP. Tiga lainnya yang juga telah mengambil formulir adalah kader internal. Yakni Lastiani Warih Wulandari, Pulung Agustanto, Yuni Satia Rahayu. “Saya mendengar informasi di PDIP ada penjaringan. Saya ingin mencoba, siapa tahu beruntung,” kata Sukamto kepada Ketua Tim 9 Penjaringan Kandidat Cabup-Cawabup PDIP Supriyoko.
Usai ambil formulir, Sukamto menuturkan bahwa dirinya tidak memaksakan diri untuk diposisikan sebagai calon bupati. Sukamto sadar diri bahwa dia mendaftar bukan melalui partai yang menaunginya saat ini. Jika PDIP menghendaki Sukamto sebagai calon wakil bupati, dia pun siap. “Jadi orang pertama atau ke dua tak masalah. Yang penting program saya bisa jalan,” ungkapnya.
Program yang dimaksud adalah membebaskan semua warga Sleman dari biaya berobat di rumah sakit. Masih banyaknya warga miskin atau rentan miskin di Sleman mendorong Sukamto untuk membuat program itu. “Orang sakit harus bebas biaya berobat. Cukup menunjukkan KTP. Itu cita-cita saya,” ujarnya.
Seandainya dipilih sebagai orang ke dua pun, Sukamto mengaku siap. Dengan catatan, calon bupati yang diusung PDIP mau menerapkan program yang ada dalam pemikirannya sejak saat ini. Sukamto optimistis langkahnya sudah sesuai trek yang diharapkannya. “Kalau berani jangan takut-takut. Kalau takut jangan berani-berani,” ujarnya.
Melamar ke PDIP bukan satu-satunya jalan bagi Sukamto untuk menjadi orang nomor satu di Sleman. Anggota DPRD Provinsi DIJ itu mengisyaratkan bakal mendaftar juga melalui PKB jika partai yang dianutnya membuka penjaringan kandidat calon kepala daerah. Mengenai pemilihan PDIP, Sukamto menegaskan bahwa itu pilihan logis mengingat saat ini partai besutan Megawati Soekarno Putri itu solid menjalin koalisi dengan PKB dan NasDem melalui Koalisi Indonesia Hebat.
Alasan itu pula yang mendasari Sukamto mengajak Subarno saat mengambil formulir kemarin. “NasDem sepakat mendukung Sukamto,” kata Subarno.
Adik Ketua DPW Partai NasDem DIJ Subardi itu menepis spekulasi partainya bakal mengajukan calon lain. “Itu masih digodhog. Mendukung Pak Kamto itu kewajiban sebagai bagian dari KIH,” lanjut Subarno yang menjabat wakil ketua fraksi NasDem di DPRD Sleman.
Supriyoko mengatakan, penjaringan calon kepala daerah terbuka untuk umum. Kader internal maupun tokoh eksternal memiliki kedudukan sama dalam bursa. “Kami terbuka, siapa saja boleh mendaftar,” ucapnya. (yog/din/ong)