RADAR JOGJA FILE

MERANA: George Oyedepo (merah) saat menjadi tulang punggung pertahanan Persiba Bantul saat menjamu PSM Makassar di Stadion Sultan Agung.

Aktivitas Penggawa Asing Persiba setelah Kompetisi Usai

Nelangsa, kata inilah yang cocok untuk menggambarkan nasib pemain asing Persiba Bantul George Oyedepo. Akibat tak menerima gaji sejak Mei lalu, segala upaya harus dilakukannya demi menyambung hidup di Indonesia.
DHANESWARA, Bantul
OYEDEPO terpaksa harus per-gi ke Jakarta untuk mengikuti sebuah kompetisi antar kampung (Tarkam) di daerah ibu kota dan sekitarnya. Pria asal Nigeria ini mengaku terpaksa harus tarkaman di ibu kota. Sebab dia membutu-hkan uang untuk menyambung hidupnya di Indonesia. “Pulang ke Nigeria tidak mungkin karena saya tak punya uang. Ka-rena itulah demi menyambung hidup di Indonesia terpaksa saya cari kejuaraan tarkam. Dan saya mendapatkannya di daerah Ja-bodetabek,” ungkapnya.
Hingga kemarin, para pemain Persiba memang belum menda-patkan kejelasan soal gaji. Mana-jemen Laskar Sultan Agung-julu-kan Persiba Bantul beralasan, mereka tengah menunggu reali-sasi subsidi PT Liga Indonesia (PT LI) termin kedua. Sebab tanpa subsidi tersebut, mereka tak memiliki dana guna melu-nasi gaji para pemainnya.Namun Oyedepo rupanya sudah resah menunggu haknya selama bermain di Persiba. Apalagi di Indonesia dia tidak memiliki sau-dara sehingga bingung harus me-minta bantuan kepada siapa ke-tika sedang tak memiliki uang. “Jika terus menunggu subsidi ya kapan para pemain, termasuk saya menerima gaji. Di sini saya tidak punya saudara. Bingung jadinya harus meminta bantuan kepada siapa saat tak memiliki uang. Ma-sak harus mengandalkan honor dari bermain tarkam?” jelasnya.
Saat ini Oyedepo sedang meng-ambil ancang-ancang mengadu-kan Persiba ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Namun terlebih dulu dia ingin menemui Ketua Umum (Ketum) Persiba HM Idham Samawi untuk meminta kejelasan.Menurut Oyedepo, hanya Idham orang yang mampu memecahkan masalah gaji pemain. Pasalnya, manajemen Persiba yang diga-wangi Manajer Tim Hanung Ra-harjo seolah sudah lepas tangan. Kata Oyedepo manajemen sudah tidak dapat diajak berkomuni-kasi, apalagi berunding.
“Jujur saya ingin menemui ma-najemen. Namun karena jawaban mereka dari dulu itu-itu saja lebih baik sekalian bertemu dengan Pak Idham. Saya yakin beliau lah yang bisa diajak berembuk soal utang gaji terhadap pemain,” im-buhnya.Selain Oyedepo, penyerang Emile Mbamba juga terpaksa ber-main di kompetisi tarkam untuk mencari uang. Namun berbeda dengan Oyedepo yang memilih Jabodetabek, Mbamba memilih Pacitan, Jawa Timur sebagai wi-layah mencari peruntungan.Dimintai tanggapan soal ini Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo hanya memberikan jawaban normatif. Kata dia, saat ini manajemen sedang men-cari solusi agar gaji pemain da-pat dibayarkan. Karena itulah dia meminta para pemain untuk bersabar. (*/din/jiong)