HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

MANUAL: Penjaga palang pintu KA saat memasang bambu untuk menghalangi pengguna jalan agar tidak melintas saat kereta api lewat, kemarin (13/10).

PURWOREJO – Palang pintu Kereta Api (KA) di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo rusak. Akibatnya petugas harus mengoperasikan palang pintu secara manual. Padahal, jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Bagelen dan Purwodadi itu, cukup padat dan rawan kecelakaan. “Palang pintu ini rusak sejak semalam, sepertinya kerusakan pada stop kontak untuk mengatur naik turunnya palang, hidroliknya juga macet,” kata Supriyanto, petugas jaga perlintasan KA Krendetang, kemarin (13/10).Supriyanto mengungkapkan, akibat kerusakan tersebut, ia menjadi kerepotan. Sebab, harus memasang palang pintung secara manual saat kereta api melintas. Palang pintu itu terbuat dari bambu. “Semua pengawasan dilakukan secara manual. Cukup melelahkan, karena harus keluar masuk pos untuk buka pasang bambu dan menjaga ruas jalan agar tidak ada yang menerobos saat kereta api melintas,” ujarnya.Menjaga palang pintu yang rusak, menuntut ke-waspadaan ekstra. Tidak boleh lengah sedikitpun. Selain itu juga harus hafal jadwal kereta yang akan melintas. “Kalau kereta dari arah Kutoarjo sudah ada komunikasi dengan penjaga palang pintu di Tegalkuning Banyuurip menggunakan HT. Namun kereta yang dari arah Jogja harus diawasi dengan mata telanjang, sehingga harus selalu siaga, terlebih saat palang pintu ini rusak,” tandasnya. (tom/jko/jiong)