FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA

LEBIH RAPI: Para pekerja dari PT AHG tengah melakukan pembongkaran akar pohon peneduh di Jalan Pahlawan.

MAGELANG-Akar pohon peneduh yang cukup tua membuat banyak jalan di Kota Magelang bergelombang. Karenanya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan pembongkaran akar pohon peneduh. Kali ini, fokusnya di Jalan Pahlawan. Terlihat sejumlah pekerja tengah me lakukan pekerjaan menggunakan jack hammer, kemarin (13/10).Budi Susilo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek jack hammer beberapa ruas jalan mengatakan, perbaikan jalan itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang direalisasikan melalui dana alokasi khusus (DAK) 2014. Selain Jalan Pahlawan, DPU juga mengepras akar pohon peneduh yang mengakibatkan gelombang di Jalan Mataram dan ka-wasan Sidotopo
“Selama ini di sejumlah ruas jalan protokol ada beberapa jalan bergelombang yang mem-bahayakan pengguna jalan. Sehingga direalisasikan pe rataan ini guna mengefektifkan fungsi jalan,” papar Budi.Menurut Budi, konstruksi pe-rataan gelombang jalan di awali pembongkaran akar pohon pe-neduh. Untuk kedalamannya sekitar 25 sentimeter. “Konstruksinya setelah akar dikepras, dicor beton. Struktur paling atas diberikan hotmix dengan ketebalan sekitar 5 senti-meter,” imbuh Budi yang juga menjabat Kasi Jalan dan Jem-batan DPU Kota Magelang ini.Pengerjaan ini ditarget selesai 120 hari kalender, sejak dua minggu yang lalu dengan nilai anggaran Rp 4,519 miliar. Sejauh ini, 50 titik gelombang sudah diratakan.
Hanya belum dila-pisi aspal hotmix. “Pengerjaannya dilakukan PT Armada Hada Graha (AHG). Saat ini, 50 titik selesai diratakan. Kami mendesak rekanan langsung mem-bereskan sisa material setiap hari, agar tidak membahayakan peng-guna jalan,” tegas Budi.Ia memastikan pembongkaran akar pohon peneduh tidak sam-pai mengurangi kekuatan batang pohon. Sebelumnya, DPU telah melakukan kajian bersama dengan Dinas Pertamanan dan Tata Kota (DKPTK) Kota Mage-lang, terkait realisasi pengerjaan tersebut. “Yang dikepras hanya beber-apa sentimeter, tidak sampai dalam-dalamnya. Kajian juga melibatkan DKPTK dan tidak ada masalah untuk kekuatan pohon. Saya kira, kemungkinan pohon tumbang karena proyek ini sangat kecil,” katanya.
Pembantu Pelaksana PT Armada Hada Graha (AHG) Ircham mengaku, pengeprasan degan jack hammer dikhususkan untuk akar yang menonjol ke permu-kaan. Untuk mencegah akar tumbuh cepat ke permukaan, PT AHG sengaja mengecor dengan beton dan melapisinya dengan aspal hotmix. “Diratakan kanan kiri dengan permukaan aspal di sekitarnya, supaya tak bergelombang,” katanya.Hingga kini, ia mengerjakan 50 titik di Jalan Pahlawan dan diperkirakan tuntas sebelum musim hujan yang diprediksi pada November mendatang. “Tidak terlalu sulit. Setelah dicor, kering, lalu ditambahi aspal hot-mix. Termasuk kanstin nanti, kalau ada yang rusak akan diper-baiki,” katanya. (dem/hes/jiong)