DEWI SARMUDYAH/RADAR JOGJA

BERI TANTANGAN: Faber-Castell menantang anak muda untuk ikut lomba komik strip bertemakan keragaman Indonesia. Acara ini digelar di 11 kota, termasuk di Jogja.

JOGJA – Konsisten mendukung industri kreatif, Faber-Castell mengadakan rangkaian kegiatan. Kali ini, menggagas lomba komik strip bertemakan keragaman Indonesia dalam seni gambar berjudul Cuma di Indonesia. Lomba digelar di 11 kota di Indo-nesia, salah satunya di Jogja.Public Relations Spv Andri Kurniawan mengatakan, terdorong keinginan ikut mendukung ke-lahiran komikus-komikus muda Indonesia, Cuma di Indonesia berusaha menampilkan dan me-nangkap keragaan yang ada di Indonesia. Yaitu, melalui sebuah karya komik, sehingga ide-ide asli tergali.
“Komik merupakan salah satu bentuk seni rupa sederhana yang digemari remaja hingga dewasa. Lomba ini sebagai langkah awal yang bisa diikuti para remaja untuk mengembangkan bakatnya,” papar Andri di sela-sela acara, kemarin (12/10).Terkait detail lomba, Andri me-neruskan, kriteria peserta adalah berusia dari 12 – 22 tahun. Karya yang ditampilkan merupakan karya asli dan tidak mengambil atau menjiplak karya yang sudah ada. Juga tak pernah dipubli kasikan dan tidak pernah diikutseratakan dalam kompetisi lain, serta tidak bermuatan pornografi dan SA-RA. Sedangkan penilaian meliputi ide cerita, teknik gambar, kesinam-bungan tema dengan gambar.Ia menambahkan, antusiasme pelajar dan mahasiswa cukup positif. Terlebih lomba komik strip terbilang langka. Terutama, untuk kategori remaja dan maha-siswa.
“Jumlah peserta 132. Memang tidak semua orang bisa mem-buat komik strip. Untuk lomba ini, antusias peserta cukup besar,” imbuh Andri.Menurutnya, lomba komik strip kali ini sekaligus memperkenalkan produk Faber-Castell. Yakni, Pitt Artist dan Polychromos dari seri produk Art and Graphic. Kedua produk ini memiliki bintang 3, di mana kualitas warnanya bisa ber-tahan hingga puluhan tahun. “Pitt arstist sama seperti drawing pen. Namun, tintanya meng-gunakan tinta India yang tahan air,” kata Andri.Ditambahkan Andri, adanya kegiatan ini diharapkan semakin banyaknya talenta komikus muda Indonesia yang bisa menunjukan karya- karyanya dalam mewarnai peta komik. Jadi, bukan hanya dikonsumsi dalam negeri di tengah maraknya karya-karya komik dari Jepang dan Amerika. “Seniman komik Indonesia diharapkan bisa terus unjuk gigi,” kata Andri. (dya/hes/jiong)