RADAR JOGJA FILE

BEBAN OPERASIONAL: Kenaikan BBM memberikan pengaruh pada dunia usaha, imbasnya tidak hanya pada biaya produksi tetapi juga operasional. Para pelaku usaha menyiasatinya dengan ikut menaikkan harga atau melakukan pengurangan porsi dan ukuran hasil produks

Sesuaikan Harga, Tekan Biaya Produksi

JOGJA – Pemerintahan baru pim-pinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November mendatang. Melihat situasi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ berancang-ancang menghitung besarnya biaya produksi untuk disesuaikan dengan kenaikan harga BBM. “Bila sudah menjadi keputusan pemerintah kami pengusaha tidak bisa berbuat apa-apa. Jalan kelu-arnya kami akan menyesuaikan dengan menaikkan harga guna menjaga kelangsungan usaha,” kata Ketua Kadin DIJ Gonang Dju-listiono ditemui Jumat (10/10).
Dia mengatakan pengusaha yang bergerak di bidang transportasi akan merasakan imbas kenaikan harga BBM. Selain itu, para pengusaha yang menggunakan transportasi untuk pendistribusian barang juga terkena dampak yang serupa. “Ini akan berpengaruh sekali dan imbasnya tidak hanya pada biaya produksi tetapi juga operasional. Karena pasti pekerja yang meng-gunakan transportasi menuntut kenaikan upah dan kelayakan hidup,” jelasnya. Sedangkan untuk berapa besar-nya kenaikan operasional, Gonang mengaku belum bisa memprediksi. Apalagi besaran kenaikan BBM belum dipastikan oleh pemerintahan mendatang. Meski kabar yang be-redar kenaikan harga BBM sebesar Rp 3000, menurut Gonang, besar-nya kenaikan akan disesuaikan oleh masing-masing peng usaha. Kenaikan harga berpengaruh pada jenis usaha, seperti di bidang jasa maupun produksi.
“Bisa jadi cost yang diproduksi ini yang lebih tinggi, minimal me-nyeimbangkan itu. Kalau memangtidak akan menaikkan harga, mereka mengantisipasi dengan pengurangan porsi atau ukuran hasil produksi,” jelasnya. .Gonang memprediksi kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga pasti be-rakibat pada terjadinya inflasi.
Hal tersebut tidak dapat dihin-dari karena sudah menjadi ba-gian dari kegiatan ekonomi.Guna menyiasati semakin besarnya biaya produksi, Gonang berpendapat pengu-saha harus lebih kreatif. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggenjot pemasukan dengan memperbanyak devisa melalui peningkatan jumlah ekspor.
Menurutnya cara ini bisa menjadi fokus pemerintah yang akan datang.Dia mengatakan ekspor harus digenjot untuk mendapatkan peningkatan. Bila ekspor me-ningkat maka negara mendapat devisa melalui dolar yang masuk. “Memang dampaknya seperti itu. Pengusaha ini kan selama ini menjadi tulang punggung bagi pemerintah. Dari segi pajak kami sudah dipungut, dari pe-rizinan juga dipungut. Maka dari itu pemerintah harus bisa memfokuskan pada ekspor,” terangnya. (bhn/ila/jiong)