BANTUL – Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Per tanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul bakal memprioritaskan pemantauan penyembelihan hewan kurban di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Itu karena banyaknya sapi pemakan sampah yang diper-kirakan akan dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti.
“Sekitar TPST rawan penyebaran sapi pemakan sampah,” terang Kabid Keswan Dispertahut Ban-tul drh Agus Rahmat Susanto di sela acara Koordinasi dengan Petugas Pemeriksa Hewan Kur-ban di Kompleks Perkantoran Manding kemarin (2/10).Agus menilai daging sapi pema-kan sampah direkomendasikan untuk tidak dikonsumsi. Aman dikonsumsi jika sapi-sapi ter sebut dikarantina terlebih dahulu dengan diberi pakan berupa rumput.
“Beberapa hari terakhir petugas juga rutin memantau tempat penjualan dan penam-pungan hewan kurban,” ujarnya.Di tempat-tempat tersebut petugas melakukan pemeriksa-an terhadap hewan ternak yang akan dijadikan kurban. Dari hasil pantauan sementara, pe-tugas belum menemukan hewan kurban yang berpenyakit. “Yang kami temukan sementara hanya hewan yang belum memenuhi persyaratan. Kami minta untuk dipelihara lagi,” tandasnya.
Pada Hari Raya Idul Adha ini, Bidang Keswan Dispertahut akan menerjunkan 150 petugas. Petugas gabungan dari Dispertahut dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM ini akan memantau di 1.700 lokasi pemotongan hewan kurban se-Bantul.
“Setiap desa paling tidak dua sampai tiga petugas,” sebutnya.Agus menerangkan, para petu-gas nanti akan fokus memeriksa kondisi daging dan jeroan hewan kurban. Itu untuk mengantisi-pasi adanya daging hewan kurban yang tak layak dikonsumsi. “Kami mewaspadai penyakit cacing hati. Karena pada tahun lalu ada 50 ekor sapi yang berpenyakit,” bebernya. (zam/din/ga)