Gelar Upacara di Manumen Pahlawan Revolusi

SLEMAN- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar di kompleks Batalyon 403/Wirasada Pratista, kemarin (1/10). Selain para petinggi TNI-Polri di DIJ, acara ini juga keluarga pahlawan revolusi.
Usai mengikuti upacara yang berlangsung khidmat, peserta upacara dan meninjau Monumen Pahlawan Revolusi yang berada di kompleks Batalyon 403 ini. Monumen tersebut menjadi saksi sejarah perjuangan dalam
menegakkan Pancasila.
Di kompleks museum yang berada di Kentungan, Condongcatur, Depok, ini juga terdapat makam dua pahlawan revolusi yakni Kolonel Sugiyono dan Brigjen Katamso. Dari relief-relief yang ada di lokasi ini, masyarakat bisa melihat gambaran peristiwa memilukan yang dikenal sebagai Gerakan 30 September itu.
Ganis, putra dari Kolonel Sugiyono mengatakan, pentingnya mengenang jasa pahlawan revolusi untuk menjadi pemicu semangat generasi muda saat ini. Ia menyadari, perjuangan kala itu sangat berat. Selain konflik ideologi, para pejuang kala itu harus mati-matian membela Pancasila. “Saya kira mengenang jasa pahlawan untuk membakar semangat. Selain itu menjadi refleksi untuk kita di masa mendatang,” kata Ganis.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah mengharapkan jangan sampai Pancasila mengalami degradasi makna. Sebab, Pancasila adalah sebuah filsafat yang luhur yang diperoleh dengan perjuangan.
Memaknai Hari Kesaktian Pancasila, menurutnya dengan refleksi masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Refleksi masa kini, bahwa Pancasila harus menjadi landasan seluruh warga negara I dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan refleksi di masa mendatang, jangan sampai Pancasila mengalami degradasi makna.
“Dalam konteks mempertahankan, menjadi tanggung jawab bersama, termasuk TNI,” tegasnya.