MAGELANG – Polres Magelang Kota menggagalkan upaya tawuran puluhan siswa salah satu SMK di Kota Magelang. Polisi hanya bisa mengamankan empat orang siswa.
Tawuran digagalkan petugas Polres Magelang Kota, yang tengah berpatroli di Jalan Soekarno-Hatta, sekitar pukul 13.30, kemarin (26/9).
“Petugas yang sedang berpatroli mendapati puluhan siswa berkumpul-kumpul di depan Fulgo Futsal, Jalan Soekarno-Hatta. Begitu melihat petugas, mereka kabur dan melarikan diri,” kata Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani.
Melihat patroli petugas, para siswa langsung membubarkan diri. Karena panik, mereka membuang beberapa peralatan tawur yang telah disiapkan. Di antaranya, gear sepeda yang dipasang tali. Juga ada pipa besi ukuran 1 dim. Alat-alat tersebut mereka buang ke selokan.
“Saat kabur, mereka membuang gear yang diikat dengan sabuk. Dugaan sementara, senjata itu akan digunakan melukai lawannya nanti. Ada lima gear terikat dengan sabuk dan satu pentungan besi berhasil diamankan,” paparnya.
Petugas patroli mengamankan empat siswa yang masih di bawah umur guna pemeriksaan lebih lanjut. Meski belum melukai korban, ke-empat pelajar yang diduga provokator ini bisa diganjar hukuman pidana.
“Membawa senjata tajam sangat berbahaya. Apalagi gear-gear itu disiapkan melukai korbannya. Setelah penyidikan, kemungkinan mereka (pelajar, Red) akan dikenai UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” katanya.
Esti melanjutkan, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait pemicu indikasi tawuran antara SMK Yudya Karya dan Adipura Kota Magelang. Selain ke-4 siswa yang diamankan, polisi juga membubarkan kerumanan siswa agar mereka cepat pulang ke rumah masing-masing.
“Upaya persuasif dengan sekolah harus dijalankan dulu. Usai penyidikan seperti apa, proses hukumnya juga masih menunggu,” katanya.(dem/hes)
Akan Upayakan Persuasif dengan Sekolah