JOGJA – Pembangunan bandara internasional di Temon, Kulonprogo, kian mendekati kenyataan. Ini setelah Gubernur DIJ Hamengku Buwono X berkunjung ke Kota Mumbai, India. Di negeri Mahatma Gandhi itu, HB X mengunjungi Mumbai International Airport.
Dari kunjungan ke bandara tersebut, HB X akhirnya mendapatkan referensi bagaimana desain bandara di Kulonprogo itu nantinya. “Bukan hanya menjadi tempat naik turun pesawat. Tapi, juga menjadi media promosi,” kata Gubernur HB X usai menerima tamu dari Partai Komunis China, di Kepatihan, Jogja, kemarin (14/9).
Hanya saja, biaya pembangunan seperti di Mumbai itu tak murah. HB X memperkirakan, rencana alokasi anggaran Rp 1,2 triliun dari PT Angkasa Pura bakal membengkak. “Bisa lebih dari rencana Angkasa Pura Rp 1,2 triliun,” jelasnya.
Bapak lima puteri ini mengatakan, Bandara Mumbai tergolong istimewa. Di bandara itu ada bangunan museum atau diorama dari pariwisata di kota tersebut. Ini bisa diadopsi di Bandara Internasional Temon, Kulonprogo.
Nantinya, bangunan di bandara baru itu bisa mengadopsi media promosi tersebut. Ia mencontohkan, diorama destinasi pariwisata di DIJ bisa dipasang di bandara. Dengan demikian, tembok-tembok bandara akan penuh ornamen yang bernuansa Jogja. “Ini ide yang kreatif,” tandas raja Keraton Jogja ini.
Selain itu, HB X juga mendapatkan referensi detail mengenai bangunan bandara. Salah satunya mengenai pencahayaan bandara. Ia berharap, bandara baru nanti terbuka. Jadi, sumber cahaya memanfaatkan sinar matahari langsung. “Tidak usah pakai lampu. Terbuka nantinya,” katanya.
Nuansa Jogja, lanjut raja yang naik takhta tahun 1989 ini, akan dimasukkan di dalam persyaratan untuk lelang design engineering detail (DED) Bandara Temon. Ini karena untuk pembuatan DED tetap tak bisa dilakukan dengan penunjukan langsung kepada pembuat DED Mumbai International Airport.
Nantinya, pengadaan DED dilakukan dengan sistem tender internasional. Artinya, semua desainer di seluruh dunia bisa ambil bagian. Asalkan, tentu saja mereka memenuhi syarat salah satunya dengan membuat desain bernuansa Jogja.
Asisten Sekretaris Provinsi (Assekprov) II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Didik Purwadi mengatakan, saat ini masih tahap sosialisasi untuk pembangunan bandara. Tahap ini maksimal berlangsung selama dua bulan. Itu pun masih bisa diperpanjang jika memang masyarakat menginginkan.
“Setelah sosialisasi, baru kajian terhadap keberatan. Ini akan dilakukan kajian dengan dipimpin langsung Pak Sekda (Sekprov Ichsanuri),” jelasnya.
Seluruh keberatan masyarakat, menurut Didik, akan dicatat oleh tim keberatan. Baru nantinya akan diputuskan terhadap keberatan tersebut. “Harapan kami, tidak ada keberatan. Semua masyarakat bisa menerima dan sepaham,” tambahnya. (eri/laz)