WONOSARI – Angka pernikahan dini di Gunungkidul sudah mulai mencemaskan. Khusus di Wonosari saja, setiap tahun ada trend peningkatan. Hal ini terlihat dari data Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.Kepala KUA Wonosari Sugasto membenarkan kabar tak baik tersebut. Dalam catatannya, mulai 2012 hingga 2013 data kasus pernikahan dini di wilayahnya memang meningkat. Untuk 2012, mulai dari awal Januari hingga tutup tahun terdapat lima kasus dispensasi nikah.”Semuanya hamil duluan. Ada yang sudah enam bulan dan 1 bulan,” kata Sugasto di sela mengikuti kegiatan ikrar penolakan pernikahan dini oleh perangkat desa di kantornya, kemarin (9/9).
Sedangkan untuk 2013, data yang masuk menyebutkan bahwa terjadi pergerakan data kasus pernikahan dini. Jika tahun sebelumnya hanya lima kasus, sekarang naik menjadi tujuh kasus. Calon penganten ini pemicu pernikahan, karena sudah hamil duluan. “Tentu, kita semua prihatin dengan kasus ini (pernikahan dini),” ungkapnya.Camat Wonosari Iswandoyo hanya bisa geleng kepala menyikapi tingginya angka perceraian dan nikah dini itu. Kemudian pihaknya mengungkap fenomena pacaran di jalan baru Wonosari. “Kalau malam kita bisa saksikan. Lokasi tersebut sebenarnya surga atau neraka,” ucapnya.Tak ada pilihan lain, kata Iswandoyo, upaya pencegahan harus dilakukan. Caranya, mempersempit ruang gerak anak muda dalam memadu kasih. Dalam hal ini, peran semua pihak lebih-lebih petugas penertiban perlu dimaksimalkan. Assek 1 Pemkab Gunungkidul Tommy Harahap yang datang mewakili Bupati Badingah menyambut baik deklarasi terkait pernikahan dini di kantor KUA Wonosari. Menurut dia, tanpa kerja sama dari berbagai pihak, kasus pernikahan anak di bawah umur sangat sulit untuk ditekan. (gun/jko)