MAGELANG– Pelanggaran atas menara telekomunikasi kembali ditemukan di Kota Magelang. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang menemukan dua menara telekomunikasi tak berizin yang berdiri. Bahkan, keduanya sudah beroperasi. Sebelumnya, kasus yang sama terjadi di menara telekomunikasi di Bayeman. Tepatnya di atas bangunan Happy Puppy Karaoke. Temuan petugas Satpol PP ini di Jalan Sawung Galih, Jurangombo Utara dan Kampung Kwayuan, RT01/RW02, Gelangan, Magelang Tengah. Tower yang diduga milik provider seluler 3, akhirnya disegel petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Dinas Pertamanan dan Tata Kota (DKPTK).Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana mengatakan, lokasi pertama yang disisir adalah base tranceiver system (BTS) di Juranombo Utara. Di sana, tim gabungan tidak bertemu langsung dengan manajemen. Tetapi, petugas tetap memasang plang penghentian operasional sekaligus memutus jaringan listrik di kawasan menara.”Penyegelan dilakukan dengan cara menonaktifkan jaringan PLN box tower. Di beberapa tempat juga dipasangi gembok, agar tidak beroperasi lagi,” jelas Singgih, kemarin (8/9).
Menurut Singgih, Manajemen PT Hutchison 3 sebelumnya diberitahu soal rencana penyegelan. Hanya, manajemen berdalih sedang proses menunggu izin jadi.”Sudah diperintahkan untuk berhenti, biar izinnya beres dulu. Informasi masyarakat, beberapa pekerja masih beraktivitas memasang komponen tower. Terpaksa karena tidak kooperatif, disegel,” tegasnya.Singgih menuturkan, kedua tower bodong yang disegel itu seluruhnya sudah berdiri. Baik di Gelangan maupun di Jurangombo Utara. Keduanya memiliki tiga tiang dan ketinggiannya sekitar 35 meter dari permukaan tanah.”Kami kecolongan, karena sudah berdiri, tetapi baru diketahui ternyata tidak ada izinnya. Segera mungkin, kami panggil yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ancamnya.Menurutnya, acuan penyegelan karena manajemen belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Magelang. Sebab, sifat izin prinsip hanya sebagai syarat melangsungkan proses perizinan lainnya secara berkelanjutan.”Meski memiliki izin prinisip, tapi tidak punya IMB, tetap disegel. Izin prinsip ini bagi kami hanya pertimbangan dan kajian Pemkot Magelang terkait pertimbangan zonasi dan lainnya. Sedangkan, pengurusan resmi dan syarat operasional hanya bisa dilakukan setelah mendapat IMB,” tegas Singgih.
Usai menyegel dua tower bodong, Satpol PP akan menggencarkan inventarisasi titik-titik lain. Tidak menutup kemungkinan tower lain di Kota Jasa ini yang sudah berdiri, tetapi belum mengantongi IMB.”Dua tahun terakhir, ada lima tower yang disegel. Ke depan, kami akan inventarisir titik mana saja dan akan dicek ke lokasi. Termasuk yang di atas Matahari Depatment Store dan dua unit milik Telkom Magelang. Kebanyakan kelalaian izin dilakukan pihak ketiga yang membangunnya,” katanya.Kasi Penegak Perda Satpol PP Kota Magelang R. Jaka Prawistara mengatakan, penyegelan tower bodong sesuai amanat Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung. Jika pada masa penyegelan ini manajemen bandel beroperasi, tidak menutup kemungkinan pihaknya melakukan tindakan tegas berupa pembongkaran paksa.”Tanda yang dipasang tentang pengehentian operasional sifatnya mutlak. Jika dilanggar, tidak menutup kemungkinan akan bongkar konstruksinya,” ancam Jaka.(dem/hes)