JOGJA – Tim pelatih PSIM Jogja bisa bernafas lega setelah perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 85 Laskar Mataram Jumat (5/9) lalu. Sebab, dalam acara yang digelar di Wisma Soeratin Sosrosoegondo tersebut, Ketua Umum (Ketum) PSIM Haryadi Suyuti (HS) memberikan garansi pembayaran gaji pelatih bulan Juli dan Agustus secepatnya.Dengan tegas HS menyatakan pembayaran gaji pelatih dan para stafnya tidak akan lewat dari September. Karena itulah wali kota Jogja tersebut berharap semua pihak tidak usah mengkhawatirkan gaji untuk Seto Nurdiyantara dan jajarannya. “Saya pastikan gaji pelatih akan dibayarkan pada bulan September. Inilah komitmen saya kepada PSIM yang notabene merupakan klub kebanggaan masyarakat Kota Jogja,” jelasnya.
Bagi HS, kinerja pelatih di Divisi Utama musim 2014 memang harus diapresiasi. Sebab, dengan materi pemain yang didominasi para pemain muda lokal Jogja, nyatanya Laskar Mataram dapat menjadi penantang serius ke babak 16 besar. Seandainya saja pada pertandingan pamungkas melawan Persinga Ngawi PSIM menang, mereka menemani PSS Sleman sebagai delegasi Grup 5 di 16 besar.”Kinerja pelatih tahun ini jelas harus diapresiasi. Sebab mereka dapat membawa tim ini berprestasi meskipun gagal ke 16 besar. Namun yang saya sayangkan kenapa harus ada konflik karena gaji di akhir kompetisi,” imbuhnya.Sejatinya, selain gaji pelatih, PSIM masih memiliki utang kepada pemain. Ya, bonus seri tandang melawan PSBK Blitar serta uang bantuan sepatu belum terbayarkan. Bahkan tempo hari, Kapten PSIM Topas Pamungkas mengklaim, seharusnya PSIM masih membayarkan satu kali gaji lagi pada tanggal 10 September.
Tetapi, utang para pemain ini sepertinya agak dikesampingkan HS. Kata dia, yang terpenting, gaji pelatih terlunasi terlebih dulu. Setelah itu barulah pihaknya memikirkan hal lain. “Soal utang pada pemain ya nanti dulu lah, karena kami memiliki hal yang lebih layak diprioritaskan yakni gaji pelatih. Kalau gaji pelatih sudah terbayar baru utang pada pemain ini dipikir penyelesaiannya,” jelasnya.HS mengakui bila selama kepemipinannya di PSIM, Laskar Mataram sangat sering dilanda problem telat gaji. Namun kata dia, permasalahan ini sedikit banyak juga disebabkan tidak diperbolehkannya dana APBD dipakai lagi di sepak bola professional.
Meskipun demikian, HS siap bila nantinya kinerjanya sebagai ketum dievaluasi para stakeholder PSIM. Bahkan bila dituntut mundur dirinya pun tidak masalah bila harus menanggalkan jabatan. “Saya siap jika kinerja saya harus dievaluasi. Harus diakui beberapa tahun ini memang cukup berat,” paparnya.Seto menyambut baik janji pencairan gaji dari HS. Dia berharap hak-haknya yang masih ditunggak benar-benar terbayar bulan ini. (nes/din)