JOGJA – Festival Museum kembali digelar. Sebanyak 35 museum yang ada di Provinsi DIJ dan sekitarnya kemarin ikut dalam festival ini yang diawali dengan karnaval dari Kantor Dinas Kebudayaan DIJ menuju Pendapa Tamansiswa.Selain menampilkan pertunjukan dari tiap museum, dalam pawai ini juga dikeluarkan koleksi-koleksi museum. Tahun ini Festival Museum mengangkat tema Museum Goes to School yang digelar di kompleks Tamansiswa Jogja. Sekretaris Daerah (Sekda) DIJ Ichsanuri dalam sambutannya berpesan agar kegiatan ini tidak hanya untuk kalangan pelajar saja, tapi juga ke masyarakat umum lainnya. Dengan hal itu, diharapkan minat masyarakat berkunjung ke museum bisa meningkat. “Tentu harapanya bisa disebarluaskan ke seluruh masyarakat,” ujarnya. Dijelaskan, sebenarnya Pemprov DIJ sudah memiliki program wajib kunjung museum bagi sekolah-sekolah. Pihaknya akan memfasilitasi untuk transportasi.
Menurut dia, hal itu juga sebagai upaya untuk menumbuhkan cinta museum. Pengunjung museum diharapkan juga bisa belajar. “Di museum kita bisa belajar masa lalu untuk pertimbangan masa depan,” ungkapnya. Soal kondisi museum yang sering kurang nyaman serta pemandu museum yang kurang cakap, Ichsanuri menjawab hal itu bisa dilakukan perbaikan. Dirinya menyebut penggunaan dana keistimewaan (Danais), asal peruntukannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, maka tetap bisa dianggarkan. “Program Danais itu kan juga tidak hanya pembangunan fisik, saja tapi juga peningkatan kualitas SDM,” terangnya. Sementara Ketua Badan Musyawarah Musea (Baramus) KRT Thomas Haryonagaro menambahkan, untuk pengembangan museum, pihaknya juga belajar dari pengelolaan museum di luar negeri. Salah satunya dengan koneksi koleksi museum dengan masyarakat. “Museum harus menyapa masyarakat, karena itu kami gelar Museum goes to mall, campus dan sekarang scholl,” ungkapnya. Diakui, saat ini museum di Indonesia sekitar 80 persen pengunjungnya merupakan kalangan pelajar. Dirinya berharap, setelah berkunjung ke museum, siswa bisa mengajak keluarga maupun lingkungan terdekatnya untuk mengunjungi museum. “Dengan berkunjung ke museum, kita seakan menghentikan waktu, mengingatkan kembali masyarakat,” ujarnya. (pra/laz)