JOGJA – Kirab seni Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 26 kemarin sore (20/8) berlangsung sangat meriah. Sebanyak 26 kontingen perwakilan dari komunitas kebudayaan, kabupaten kota dan street art terlibat dalam kirab festival ini. Kirab seni diawali dari kawasan Jembatan Gondolayu menuju Tugu Pal Putih dan berakhir di parkir PLN Mangkubumi Jalan Margo Utomo.Antusiasme warga mulai terlihat sejak pukul 15.00. Massa pun memadati sepanjang jalan yang dilalui kirab. Dalam kirab pembukaan, nampak rombongan dari Papermoon Puppet Theatre, Jampi Gugat, GL Zoo, komunitas maupun kelompok kesenian kabupaten-kota di DIJ, dan kontingen tamu dari Sumenep, Madura. Sebanyak 26 angkringan juga dikirab untuk memeriahkan pembukaan FKY 26 ini.”Saya selalu menunggu penyelenggaraan FKY dari tahun ke tahun. Apalagi tahun ini format dan konsep beda, peserta kirab lebih beragam,” kata Raissa Seicaria, pengunjung dari Kalasan, Sleman.
Perhatian warga terpusat pada Tugu Pal Putih, di mana terdapat panggung yang mengitarinya. Di tempat ini secara bergantian peserta pawai unjuk kesenian. Salah satunya adalah rombongan jampi gugat yang mampu mencuri perhatian.
Mengenakan kebaya khas pedagang jamu, mereka menari secara serempak dan rancak. Tentunya ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga maupun undangan yang datang. Pada malam harinya, tampil pertunjukan musik Sesar Perkusi, Karawitan Canda Nada, pertunjukan tari Pragina Gong dan Jogja Video Mapping Project (JVMP).Untuk memaksimalkan JVMP, sejumlah penerangan jalan sengaja dipadamkan. Seperti yang diungkapkan Ketua Umum FKY 26 Setyo Harwanto, ini dilakukan untuk memaksimalkan pembukaan. Tugu Pal Putih pun menjadi sasaran utama JVMP.Setyo menambahkan konsep pembukaan dikemas secara berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya adalah perubahan rute kirab seni FKY. Perubahan ini harapannya mampu memperkenalkan FKY secara luas. Selain itu juga mengenalkan potensi Jogjakarta kepada para wisatawan.”Jika tahun lalu kirab dengan titik akhir di Plasa Pasar Ngasem, maka tahun ini kita ubah. Tentunya untuk menunjukan bahwa FKY memang istimewa. Salah satunya dengan partisipasi langsung para seniman dan juga warga Jogjakarta,” kata Setyo.
Suasana berbeda juga dihadirkan dalam pembukaan FKY tahun ini, di mana ada seremonial penghargaan untuk para mantan ketua FKY sebelumnya. Penghargaan dibalut dalam acara bertajuk Salutation. Setyo menambahkan ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi terhadap perkembangan seni budaya Jogjakarta. Tokoh – tokoh penerima Salutation ini seperti Bakdi Sumanto, Fred Wibowo, Tulus Warsito, Sumaryono, Bambang Paningron, Aji Wartono, Prof Kasidi Hadi Prayitno dan Timbul Raharjo. Ada juga ketua yang telah tiada seperti almarhum Ki Nayono, almarhum Sapto Raharjo, dan almarhum Siswanto diwakili anak dan istri.”Mereka semua ini tokoh sejak FKY digelar pertama kali pada tahun 1989. Tentunya perjalanan dan cerita mewarnai hingga menjadi FKY saat ini. Jasa dan dedikasi mereka dapat menjadi panutan bagi kita para penerusnya,” kata Setyo.FKY 26 akan berlangsung dari 20 Agustus hingga 9 September mendatang. Bertajuk DODOLAN, FKY 26 hadir dengan sisi yang lebih segar. Selain bermakna berjualan juga bermain atau pelesir yang memiliki arti mewakili dari konsep kemanfaatan yang disuguhkan FKY kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan DIJ GBPH Yudhaningrat dalam sambutan pembukaan mengakui, berbagai permasalahan dan kendala telah menyertai proses ini. Di mana para seniman, budayawan, dan warga Jogja telah menjaga keberlangsungan FKY. “Semoga kehadiran ini mampu menjadi penggerak kehidupan kesenian dan mengukuhkan Jogjakarta sebagai kota budaya dan wisata,” kata Gusti Yudha.Sementara itu, Wakil Gubernur Paku Alam IX mengatakan, selama 26 tahun FKY tetap eksis dan telah dikenal secara luas. Sebagai even seni budaya, menjadi favorit dari penjuru daerah dan memberikan ruang bagi kemasyarakatan, baik profit maupun nonprofit. “Ini memberikan manfaat psikologis yaitu ruang rekreasi, ruang seni, dan ruang budaya,” kata PA IX. (dwi/laz)