MUNGKID – Sebanyak delapan siswa pada salah satu sekolah menengah terpaksa harus ke Polsek Muntilan setiap Senin dan Kamis. Mereka ke Polsek Muntilan untuk wajib lapor. Ini dilakukan selama sebulan. Kewajiban ini dilakukan setelah mereka tertangkap tangan tengah melakukan aksi corat-coret di salah satu sudut bangunan di Kecamatan Muntilan. Mereka ditangkap jajaran Polsek Muntilan saat patroli. “Mereka tertangkap tangan tengah melakukan aksi vandalisme di dinding bengkel mobil Bima Sakti di Jalan Yasmudi, Muntilan Senin siang (4/8),” kata Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika kemarin (5/8).
Saat ditangkap, para pelajar tersebut tengah mengecat dasar sebagian dinding dengan warna hitam. Sebelum dibawa petugas patroli, pemilik bengkel yang mengetahui aksi para pelaku sempat menegur. Mereka beralasan akan mengecat dan menggambari dinding dengan tulisan- tulisan graffiti yang bagus. “Mereka belum izin. Mereka baru izin setelah ditegur,” papar Gede.Ia menyebut delapan pelajar tersebut dengan inisial RBP, 16; YPW, 20; MEKY, 15; ACA, 15; BAK, 16; JR, 16; MGI, 17, dan DPG, 16. Enam pelajar merupakan warga Muntilan. Satu orang warga Salam, dan satu lainnya dari Sleman Jogjakarta. Setelah ditangkap, pada Senin malam (4/8), kepolisian langsung melakukan pembinaan pada para pelajar dari pukul 20.30-22.15. “Orang tua masing- masing juga dihadirkan. Mereka sepakat untuk membiayai pengecatan ulang lokasi oleh anak- anak tersebut,” urai Gede.
Selain itu, para pelajar juga diharuskan melakukan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Itu berlangsung selama satu bulan, terhitung pekan ini. Wajib lapor dilakukan pukul 15.00 atau setiap mereka sepulang sekolah. “Beberapa barang bukti yang diamankan dari tangan mereka adalah sembilan kaleng cat berbagai warna. Serta 16 kaleng pylox berbagai warna. Berdasarkan pengakuan, mereka baru melakukan aksi satu kali ini. Namun, dilihat dari model pengecatan sepertinya sudah sering dilakukan,” imbuh Gede.Dijelaskan, selama 2014 hingga Agustus ini, ada 14 orang pelaku vandalisme yang melakukan aksi di wilayah Muntilan. Semuanya berhasil ditangkap kepolisian dan dibina di Polsek Muntilan. “Selama ini, patroli rutin dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus mencegah aksi vandalisme yang meresahkan warga. Namun, kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi dengan langsung melapor ke polisi, jika melihat ada aksi vandalisme,” katanya.Sementara itu, Sidik, orang tua pelaku vandalisme menyatakan para orang tua sepakat melakukan pengecatan ulang bangunan bengkel Bima Sakti. Ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab. Sidik mengatakan, maraknya aksi vandalisme tidak hanya tanggung jawab orang tua dan aparat keamanan. Menurutnya, institusi pendidikan, pemerintah, dan pegiat seni seharusnya juga terlibat dengan memberikan wadah berekspresi. “Kami bertanggungjawab untuk mengembalikan bangunan ke warna asli,” tegasnya.(ady/hes)