MAGELANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang mengklaim semua jalan di kota tersebut siap digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran 1435 H. Hingga kini, nyaris tidak ada jalan yang rusak. Tahun ini, Pemkot Magelang melalui Bidang Bina Marga tidak melakukan perbaikan. Kecuali untuk ruas jalan nasional yang dikelola pemerintah pusat.Kabid Bina Marga DPU Kota Magelang Ch Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, ruas jalan di Kota Magelang sudah diperbaiki pada 2013, sehingga kondisinya dianggap masih baik.”Jalan masih baik,” tegas Yonas kemarin (22/7).
Pantuan koran ini, sebagian jalan kota di Kota Magelang terlihat lebih mulus ketimbang jalan nasional. Bahkan, marka jalan masih terlihat jelas. Untuk jalan nasional yang ada di Kota Magelang seperti di Jalan Soekarno-Hatta dan Urip Sumoharjo, sebagian besar lubang jalanan di jalur ini juga sudah ditambal. Namun, konstruksinya menimbulkan jalan bergelombang. Di Jalan Urip Sumoharjo kapasitas jalan masih terlalu sempit hanya memiliki dua jalur. Sehingga membuat kendaraan besar kerap dibuat antre. Sedangkan Jalan A Yani yang baru saja dilakukan peningkatan, sampai sekarang belum terlihat pemasangan marka jalan. Padahal, sedianya jalan tersebut ditarget kelar sebelum Ramadan. Sampai saat ini, hanya terlihat marka transparan yang tidak begitu jelas dijadikan sarana pembagi jalan. “Secara prinsip, kami mendukung kelancaran arus mudik tahun ini. Ada beberapa pembangunan jalan yang dilakukan tahun lalu. Sekarang proses perbaikan hanya dilakukan di ruas-ruas jalan nasional dan kewenangannya berada di tangan pemerintah pusat,” ungkap Yonas.
Menyambut arus mudik Lebaran yang diperkirakan mencapai puncaknya H-3 mendatang, Polres Magelang Kota sudah ancang-ancang untuk pengamanan di jalan raya. Para pemudik diminta lebih berhati-hati saat memasuki wilayah Kota Magelang. Terlebih, di titik rawan kepadatan dan kecelakaan lalu lintas.Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria Dwianto mengatakan, ada dua kategori jalur rawan kepadatan dan kecelakaan lalu lintas di wilayah kota jasa ini. Antara lain jalur dari luar kota. Yaitu, perbatasan Kota dan Kabupaten Magelang (Sambung, Red), persimpangan Kebonpolo, Canguk, dan Soka. “Jalur-jalur ini perlu diwaspadai, karena jalannya yang sempit dan tidak mulus 100 persen. Begitu juga mewaspadai adanya bus rusak yang bisa mengganggu arus lalu lintas,” ungkap Tommy.
Sementara jalur kategori kedua adalah jalan di dalam kota. Ini meliputi seputaran Alun-alun, Jalan Pemuda, Jalan Pahlawan, dan jalan arteri ke Taman Kyai Langgeng (TKL). Ruas-ruas jalan ini dinilai rawan keramaian dan kepadatan lalu lintas. Karena sebagai pusat keramaian di dalam kota.Kasatlantas Polres Magelang Kota AKP Rizeth Ariwibowo menambahkan, sudah mengintensifkan persiapan menyambut pengamanan arus mudik Lebaran nanti.Menurutnya, beberapa jalur yang perlu diwaspadai, selain sempit, tidak mulus, dan kondisi lainnya, sistem penerangan juga hendaknya menjadi perhatian khusus. “Kami berkoordinasi dengan instansi Pemkot Magelang di Jalan Soekarno-Hatta untuk ditambah penerangan jalan di sana, untuk mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas,” katanya.(dem/hes)