TANPA dukungan dan partisipasi masyarakat, pembangunan dipastikan tidak akan berhasil dan terwujud dengan baik. “Masyarakat akan bersedia memberikan peran sertanya, ketika pembangunan itu secara konkret dapat memenuhi kebutuhan yang dirasakan,” tegas Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati di lantai III gedung induk Pemkab saat menyampaikan sambutannya ketika me-launching kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-183 tahun 2014. Launching yang menandai dimulainya berbagai kegiatan peringatan hari jadi Bantul ke-183 ini, selain diikuti unsur SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) juga disaksikan jajaran Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Sekda Bantul serta dari unsur dinas dan instansi terkait serta camat.
Kebutuhan masyarakat, menurut bupati, sangat beraneka ragam. Demikian pula persepsi masyarakat juga berbeda. Oleh karena itu, maka tidaklah berlebihan apabila pembangunan yang partisipatif diharapkan dapat menjadi solusi dalam melaksanakan pembangunan yang dapat memberikan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Bupati juga mengatakan bahwa banyak agenda daerah yang berhasil diwujudkan. Namun dibalik itu, tentu masih ada hal-hal yang harus tetap kita perjuangkan dalam mengemban amanah rakyat. Serta meletakkan sendi-sendi yang kokoh dan kuat dan mengeratkan simpul-simpul persatuan, kebersamaan dan kerukunan harmonisasi diantara seluruh elemen masyarakat. “Saya berharap agar pekerjaan rumah tersebut tidak hanya menjadi catatan semata, namun yang penting bagaimana agar peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-183 ini jadi momentum untuk lebih memantapkan konsep pembangunan kedepan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Drs H Soemarno PRS selaku Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-183 tahun 2014 menandaskan bahwa berbagai kegiatan akan mewarnai peringatan ulang tahun Kabupaten Bantul. Selain kegiatan kunjungan silaturahmi ke rumah mantan Bupati Bantul, kegiatan sosial berupa donor darah, peresmian proyek-proyek dan lain sebagainya. Juga dilaksanakan sarasehan tingkat desa, kecamatan hingga tingkat Kabupaten Bantul. Bahkan sarasehan tersebut selain membahas dan menyerap aspirasi dari masyarakat tentang pelaksanaan pembangunan. Juga diharapkan menyangkut penyuluhan penanggulangan tindak-tindak negatif yang sering dijumpai atau melanda sebagian generasi muda.
“Mengharapkan agar generasi muda jangan sampai terjangkiti KUMAN (Kekerasan, Ugal-ugalan, Mabuk-mabukan, Arogan, dan anarkis) sehingga akan mengganggu perkembangannya,” tuturnya.Sedangkan Sekretaris Panitia Sunarto SH MM menjelaskan bahwa setelah launching, kegiatan lanjutan adalah sarasehan hari jadi Kabupaten Bantul tingkat desa atau kelurahan. Juga sarasehan tingkat kabupaten yang dilaksanakan di pendapa Parasamya. “Puncak acara, akan dilaksanakan upacara tradisional di lapangan Trirenggo, pada 20 Juli 2014,” demikian Sunarto SH MM. (*)