JOGJA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memang belum resmi mengumumkan hasil Pilpres 2014. Namun pihak keamanan harap-harap cemas, mengingat kedua kubu sudah saling mengklaim kemenangan versi hitung cepat. Sikap elit politik ini bisa memicu konflik di masyarakat bawah.Meskipun pengamanan pilpres di-back up secara penuh oleh Polri, Kodim 0734/Jogja juga siap mengamankan jalannya proses pilpres. Kodim 0734/Jogja telah memetakan tiga Kecamatan di wilayah Kota Jogja yang masuk dalam kategori rawan kerusuhan. TNI menyadari pasca pengumuman ada potensi ke arah itu. “Ada tiga Kecamatan di wilayah Kota Jogja, kita tingkatkan pengawasannya,” kata Dandim 0734/Jogja Letkol ArhAnanta Wira disela-sela buka bersama dengan anak yatim di Kodim 0734/Jogja, kemarin (18/7).
Perwira TNI asal Surabaya itu menambahkan,pemetaan tiga wilayah yang dinilai rawan konflik itu tentu diikuti dengan penempatan sejumlah personil. Untuk masing-masing kecamatan, diterjunkan sebanyak satu peleton atau berjumlah 30 orang.Pihaknya menyadari, selama tahapan kampanye pilpres ada beberapa kejadian bentrok antarpendukung capres-cawapres di wilayah Kota Jogja. Berkaca pada kejadian itu, maka TNI yang membantu Polri dalam pengamanan pilpres perlu meningkatkan pengawasan dan pengamanan pada wilayah yang telah dipetakan intelijen.
Kemudian, berkaitan dengan kelengkapan kendaraan tempur. Ananta mengungkapkan jika kendaraan tersebut yang sebelumnya sempat disiagakan di Terminal Ngabean akan kembali ditempatkan di lokasi tersebut. Saat ini kendaraan tersebut dikembalikan ke markas 403 Batalyon Infanteri Jogjakarta beserta satu SSK personel. “Pada prinsipnya, kendaraan itu sifatnya bukan menakut-nakuti masyarakat,” ungkapnya.Sementara itu, di momen bulan puasa ini Kodim 0734/Jogja juga ingin berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Yakni dengan mengajak buka bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim di Kodim Kota, kemarin. (fid/ila)