PLERET – Asosiasi pengusaha daging sapi Segoroyoso (APDSS) mengimbau agar masyarakat tak tergiur dengan daging sapi yang berharga miring. Itu karena bisa jadi daging sapi yang diperjualbelikan tersebut tidak beres.Ketua APSDSS Ilham Akhmadi mengatakan pengusaha daging sapi telah sepakat mengambil keuntungan yang minim. Sehingga mereka mematok harga kepada pengecer sekitar Rp 92 ribu per kilogram. Harapannya agar daging sapi sampai ditangan konsumen pada kisaran harga Rp 100 ribu per kilogram. “Sehingga ketika ada daging sapi seharga Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram patut diwaspadai,” terang Ilham di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop) Bantul di sentra usaha daging sapi Segoroyoso, Pleret kemarin (17/7).
Murahnya daging sapi karena sejumlah faktor. Diantaranya daging dari sapi gelonggongan, sapi yang tak sehat dan daging campuran. Menurutnya pada momen lebaran APDSS tidak akan menaikkan harga daging sapi di pasaran. Maka itu, Ilham meminta agar para pengecer tidak mengambil keuntungan banyak. “Stok untuk kebutuhan lebaran kita pastikan juga aman,” tegasnya.Meskipun pada puncak lebaran nanti terjadi permintaan daging sapi yang diperkirakan melonjak hingga 150 persen. APDSS dalam sehari memasok dua hingga tiga ton daging sapi ke seluruh DIJ. Dengan kata lain, APDSS memotong 20 hingga 30 ekor sapi.
“Guna memberdayakan para peternak, kita juga tidak pernah mengambil sapi impor. Meskipun harganya lebih murah dan sapinya lebih gemuk,” urainya.Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta memperkirakan permintaan daging sapi pada H-3 hingga H+5 lebaran bakal naik hingga dua kali lipat. Meski demikian, berdasar hasil sidak dipastikan kebutuhan daging sapi saat lebaran nanti aman.
“Yang kita pantau ada tiga hal. Yaitu pasokan, stok dan distribusi daging ke pasar-pasar tradisional,” ujarnya.Disamping itu, Disperindagkop intensif melakukan pengawasan terhadap peredaran daging sapi gelonggongan. “Kami meminta agar para penjual di pasar tidak menjual daging tidak layak konsumsi,” pintanya. (zam/ila)