SLEMAN – Rekayasa lalu lintas di bawah Fly Over Jombor sulit dilakukan. Pengoperasian traffic light di titik persimpangan pun ternyata tidak begitu efisien.Dari pantauan Radar Jogja, keberadaan traffic light itu justru membingungkan pengguna jalan. Terutama yang mengarah ke kota (selatan). Akibatnya, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh karena ragu-ragu saat melintas.Karena itu, PPK Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum di DIJ memberlakukan sistem contra flow di ruas fly over. Jembatan layang yang seharusnya berlaku satu jalur, dibuat dua jalur.
Fly over ini sedianya untuk memecah kepadatan arus kendaraan dari Ring Road Utara (arah timur/Monjali) ke arah Magelang (utara) dan Purworejo (barat).Mulai kemarin (17/7), fly over juga dibuka untuk memacah kepadatan lalu lintas dari arah Magelang menuju Solo (timur). Sementara itu, arus kendaraan dari utara ke arah kota (lurus/ke selatan) tetap dilewatkan jalan eksisting di bawah fly over.Garis marka jalur fly over diberi pembatas semi permanen. Tujuannya, mencegah pengendara saling ngeblong, alias menyalip dengan melewati marka.
PPK Jalan Nasional Santoso mengatakan, contra flow dinilai sebagai solusi alternatif paling efektif guna mengantisipasi lonjakan arus mudik kendaraan. Tapi, khusus untuk mobil dan sepeda motor. Santoso beralasan, jika kendaraan besar atau angkutan berat dilewatkan fly over bisa mengakibatkan kemacetan. Sebab, ruas jalan fly over memang didesain untuk satu jalur sehingga bentangannya tidak selebar Jalan Magelang atau Ring Road. “Rute ini berlaku sejak hari ini (kemarin) sampai H+10 Lebaran,” jelasnya.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Purnomo, 22, mengaku ragu-ragu melintas di fly over. Pelaju asal Magelang itu menilai rambu-rambu petunjuknya kurang jelas dan tidak lengkap. “Yang bikin bingung itu karena rambunaya ganti-ganti terus. Kadang boleh lewat (fly over), kadang harus lewat bawah,” ujarnya. Minimnya rambu menyebabkan uji coba contra flow hari pertama belum efektif. Masih banyak kendaraan pilih lewat jalan ekstensi, sehingga kemacetan di ruas utara (Jalan Magelang) masih terjadi meskipun tidak panjang.(yog/din)