WAYANG merupakan seni tradisi adi luhung yang patut dilestarikan. Namun tak sembarang orang bisa menjadi dalang yang memainkan tokoh-tokoh pewayangan. Mendasari itu, beberapa anak-anak yang tertarik dengan wayang akhirnya berkumpul dan belajar bersama-sama.
Melihat pertunjukan wayang merupakan salah satu hobi dari Ferdiawan Warminsyah. Berangkat dari kesenangan itu, Ferdi, sapaan akrabnya, lantas tertantang untuk belajar menjadi dalang. Bukan perkara sulit bagi bocah yang baru masuk SMP itu dalam mendalang. Ditangannya, berbagai tokoh pewayangan bisa diperagakan dengan lincah, layaknya seorang dalang yang sudah malang melintang menjaga salah satu budaya Jawa itu.
Ferdi menuturkan dirinya sudah belajar ndalang sejak duduk dibangku kelas 3 SD. Tokoh Petruk-lah yang menarik perhatian bocah kelahiran 8 Juli 2002 itu. Ya, menurut Ferdi, Petruk dikenal sebagai tokoh yang pandai bernyanyi. Sifat itulah yang juga melekat pada Ferdi yang juga gemar menyanyikan lagu-lagu Jawa. “Yang paling disukai Petruk, karena Petruk pintar menyanyi,” tandas Ferdi ditemui Radar Jogja di Dusun Klaseman, Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman, kemarin (12/7).
Selain Petruk, Ferdi yang dimentorin Ki Dalang Suyatno itu juga mengidolakan tokoh Setiaky dan Sengkuni. Setiaky sendiri sosok yang lincah saat berperang membela kebenaran. Karakter itu tak lepas dari status ayahnya, Bumintarjo, yang merupakan purniawirawan TNI. Dari ayahnya, Ferdi seringkali mendapat wejangan agar menjadi manusia yang berjiwa besar dan membela kaum lemah.
Sedangkan tokoh Sengkuni, selain bentuknya yang lucu, figur tersebut juga dikenal licik. Nah, karakter negatif itu justru diterapkan dalam diri Ferdi sebagai sikap yang positif. Menurutnya, selicik-liciknya manusia, Yang Maha Pencipta tetap mengetahuinya. “Kalau ada orang licik, tidak perlu membalasnya. Yang membalas nanti Yang Maha Tahu,” ungkapnya.
Meski Ferdi masih dibawah umur, namun kemampuan tak bisa dianggap enteng. Ia pernah mengisi pagelaran wayang kulit di Pendopo Pedukuhan Condongcatur, Sleman. Selain itu, ia juga pernah ndalang di Taman Lampion Monumen Jogja Kembali, Taman Budaya Tembi Bantul, kampus UNY, dan beberapa even seni budaya lainnya. Melalui hobinya itu, Ferdi yang kini menjadi siswa baru di SMP Tamansiswa bertekad menjadi dalang terkenal. Selain itu, hobinya ini merupakan salah satu upaya nguri-uri kebudayaan Jawa agar tetap eksis dimasa mendatang. (fid/ila)