JOGJA – Memasuki bulan Ramadan dan Lebaran penukaran uang pecahan kecil di masyarakat selalu meningkat. Melihat tren itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ bekerjasama dengan bank umum serta BPR di Jogjakarta akan melayani penukaran uang pecahan kecil. “Dengan adanya layanan penukaran uang oleh BI dan perbankan, masyarakat diimbau tidak melakukan penukaran melalui perantara. Itu guna menghindari risiko kemungkinan menerima uang palsu dan adanya pungutan biaya,” kata Kepala KPBI DIJ Arief Budi Santoso ditemui di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ, Selasa (1/7).Bank umum, kata Arief, akan melayani penukaran yang dilakukan oleh nasabah. Masyarakat dapat menukarkan seluruh pecahan sesuai dengan kebutuhan. Dimana pada prinsipnya jumlah maupun pecahan yang ditukarkan tidak dibatasi. Arief menerangkan, BI bersama tujuh bank umum yakni BCA, BRI, BRI Syariah, BPD DIJ, Bank Mandiri, Bank Permata dan BNI juga akan melakukan penukaran uang kecil di luar kantor. Lokasi dan waktunya, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan bank-bank tersebut. Selain bank umum, sebanyak 18 BPR di DIJ juga bekerjasama dengan BI dalam melayani penukaran dalam jumlah sesuai dengan alokasi.
Arief menegaskan jumlah stok uang di KPBI DIJ mencukupi. Sebanyak Rp 3,50 triliun dalam berbagai pecahan telah disiapkan guna mencukupi kebutuhan sampai dengan menjelang lebaran. Itu sesuai proyeksi kebutuhan masyarakat (outflow) untuk periode Ramadan tahun ini sekitar Rp 3,50 triliun. Dibandingkan dengan realisasi outflow tahun 2013 sebesar Rp 2,66 triliun, maka terjadi peningkatan sekitar 30,21 persen. “Peningkatan ini terjadi karena kebutuhan masyarakat yang semakin tahun semakin meningkat,” katanya.Arief menjelaskan untuk mengantisipasi peningkatan penukar, BI DIJ sendiri menambah waktu layanan penukaran. Jika semula memberikan layanan pada setiap Senin dan Kamis, maka mulai tanggal 30 Juni sampai dengan 24 Juli pelayanan ditingkatkan pada Senin hingga Kamis mulai pukul 08.30 hingga 12.00.
Penukaran secara kolektif oleh instansi pemerintah maupun swasta dilakukan dengan cara mengajukan surat permohonan penukaran yang disampaikan satu hari sebelumnya kepada BI dan akan dilayani di loket terpisah. Sedangkan bagi retailer dan toko, akan dilayani oleh bank dimana yang bersangkutan menjadi nasabah. (bhn/ila)