GIRIMIMULYO – Warga Pedukuhan Kluwih dan Tileng Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo menanam pisang di jalan penghubung Desa Giripurwo dan Desa Pendoworejo (18/6). Aksi itu sebagai bentuk protes warga terhadap lambannya pemerintah memerbaiki jalan rusak. Tokoh masyarakat Kluwih Sugiyanto mengatakan warga menanami jalan dengan pisang karena kesal. Apalagi jalan tersebut vital bagi masyarakat sebagai jalan alteratif menghubungkan Girimulyo, Nanggulan dan Samigaluh. “Sejak beberapa tahun lalu jalan ini sudah rusak, tetapi tidak juga diperbaiki. Jalan rusak sepanjang dua kilometer. Kondisinya semakin parah dan sulit dilalui saat musim hujan,” katanya.
Menurut Sugiyanto, jalan tersebut dibangun sekitar sepuluh tahun silam, dan selama ini belum pernah ada perbaikan. Masyarakat sudah melaporkan keluhan jalan rusak itu kepada pemerintah desa melalui BPD. “Jalan ini biasa digunakan sebagai akses warga pergi ke sekolah, pasar ataupun ke pusat pemerintahan,” ujarnya.Sebelumnya, warga berupaya membangun jalan tersebut dengan dana swadaya cor blok. Namun tidak mampu bertahan lama dan rusak kembali. “Kami meminta jalan ini dibangun kembali, tidak lebih,” tegasnya.Warga lain, Sutarjo, 46, mengungkapkan warga sempat memasang spanduk berisi protes dan desakan kepada pemerintah melakukan perbaikan jalan. Kendati demikian pemerintah seolah diam dan memilih tidak merespons. Kerusakan jalan tidak lepas dari banyaknya truk pengangkut kayu dengan tonase tinggi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Sukoco mengatakan jalan GKJ Sribit-Watu Murah ini sudah masuk dalam usulan perbaikan yang akan dilaksanakan 2015.
Tanpa aksi semacam itu, pemerintah akan segera melakukan perbaikan. “Saya mohon warga lebih bersabar,” ucapnya. DPU telah menginventarisir jalan yang rusak di seluruh Girimulyo. Jalan-jalan tersebut akan dibangun dengan disesuaikan kemampuan anggaran daerah. Pembangunan tidak bisa rampung dalam sekali pengerjaan, harus bertahap sesuai priorotas. “Saya minta kades dan camat bisa mengomunikasikan rencana ini agar tidak ada keresahan masyarakat,” kata Sukoco. (tom/iwa)