JOGJA-Warga Muhammadiyah mulai berani menunjukkan pilihannya di pemilihan presiden (pilpres)2014. Meski, hal tersebut tak mengatasnamakan kelembagaan, mereka membentuk organisasi secara nasional Surya Madani Indonesia (SMI) untuk mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. SMI berani menargetkan pilihan 80 persen warga Muhammadiyah ke pasangan nomor urut 1 tersebut. “Warga Muhammadiyah memilih berdasarkan rasional. Bukan berdasarkan kemasan,” tandas Koordinator Nasional Surya Madani Indonesia (SMI) Syafrudin Anhar, di sela deklarasi SMI DIJ, di Rumah Merah Putih, Jalan Patimura, kemarin (16/6). Anhar mengatakan, SMI merupakan sayap organisasi Muhammadiyah yang diprakarsai Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Mereka dengan penuh keyakinan menjatuhkanpilihan mendukung Prabowo-Hatta atas dasar kajian kritis dan akal sehat.
Syafrudin mengatakan, dalam sidang tanwir Muhammadiyah sudah memutuskan maklumat Pilpres 2014 salah satunya menentukan prasyarat tujuh kriteria pemimpin. “Tujuh kriteria dan perpektif Muhammadiyahitu , pemimpin antara lain harus cerdas, rasional, amanah dan lainnya. Prabowo-Hatta masuk dalam tujuh kriteria itu,” tegasnya. Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ini mengungkapkan, atas kajian kritis tentang tujuh kriteria pemimpin itu, maka mayoritas warga Muhammadiyah menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Hatta. Ia yakin, sekitar 24 juta warga Muhammadiyah akan memilih ke Prabowo-Hatta 9 Juli mendatang.
Syafrudin mengungkapkan, sampai saat ini ada SMI di 13 provinsi yang sudah mendeklarasikan mendukung Prabowo-Hatta. DIJ menjadi yang ke-13. Deklarasi ini, akan berlanjut di provinsi lain, seperti Kepulauan Riau, Jatim, NTB. “Sampai 27 Juni mendatang, ada 30 provinsi yang mendeklarasikan mendukung Prabowo-Hatta,” ungkapnya. Ketua SMI DIJ Hatib Rahmawan mengatakan, kondisi bangsa dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya sangat memprihatinkan. Dalam kondisi ini, membutuhkan pemimpin yang cerdas, tegas dan berani. “Kami yakin, di bawah kepemimpinan Prabowo-Hatta bangsa kita bisa terlepas dari keterpurukan,” lanjutnya. Atas dasar itu, SMI DIJ juga berkomitmen juga menyosialisasika kepada masyarakat untuk medukung pasangan yang diusung Koalisi Merah Putih ini. “Kami akan bergerak sampai tingkat bawah, menggalang dukungan dan memenangkan Prabowo-Hatta,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, deklarasi dukungan kepada Prabowo-Hatta juga dilakukan oleh kalangan ibu –ibu rumah tangga dari Kabupaten Sleman. Mereka tergabung dalam Ibu-Ibu Bersama Prabowo-Hatta (Bu Brata). Di mata Bu Brata, pasangan capres dan cawapres nomor 1 itu lebih menghargai kaum ibu dan perempuan. Ketua Bu Brata Nuril Hanifah mengatakan, Bu Brata beranggota 22 komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman. Mereka mulai dari komunitas perajin, pembatik, kelompok senam, lansia, dan lainnya. “Kami siap memenangkan hati perempuan untuk mendukung Prabowo-Hatta. Kami akan terjunkan banyak relawan Bu Brata,” tambah Nuril yang juga anggota DPRD Sleman terpilih ini.
Di sela peluncuran Bu Brata itu juga diisi orasi sekaligus gemblengan politik dari Wakil Ketua DPW PAN DIJ Asiyah Rais. Ia mengingatkan, agar perempuan dan ibu-ibu di Sleman bahu membahu, dan bekerja keras memenangkan Prabowo-Hatta. “Kita harus kerja, kerja, dan kerja. Kita harus bekerja keras, cerdas, dan iklas,” ungkap adik mantan Ketua MPR RI Amien Rais tersebut. Asiyah yakin dengan bekerja keras itu, pasangan Prabowo-Hatta akan mendapatkan banyak dukungan rakyat sekaligus memenangkan Pilpres 9 Juli mendatang. Ketua Tim Kampanye Prabowo-Hatta Provinsi DIJ Herry Zudianto meminta agar model kampanye yang dilakukan relawan termasuk Bu Brata harus santun. “Kita gunakan metode getok tular (dari mulut ke mulut, Red). Kalau yang turun ibu-ibu, hasilnya pasti efektif,” ujar Kang Herry sapaan akrabnya. (eri/din)