BANTUL – Panitia pengawas pemilu (panwaslu) Kabupaten Bantul mengeluhkan masih banyaknya alat peraga kampanye (APK) yang terpasang pada hari kedua masa tenang. Padahal, partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 telah bersepakat akan melepaskan APK secara mandiri. “Sebelumnya ada kesepakatan bersama dengan para penyelenggara pemilu mereka telah sepakat akan melepas APK sebelum hari tenang,” terang anggota panwaslu Kabupaten Bantul Walijo kemarin (7/4).
Pada hari kedua, tim gabungan melakukan penertiban di sejumlah titik. Hasilnya, masih banyak ditemukan berbagai APK. Misalnya, bendera, spanduk, rontek, umbul-umbul, hingga papan reklame. “Penertiban dibagi dua, sisi timur dan barat,” jelasnya. Rencananya, penertiban akan dilakukan kembali pada H-1 pelaksanaan pemilu hari ini.
Walijo menerangkan, Undang-Undang No 8/2012 tentang Pemilu memang mengamanatkan agar seluruh parpol melepaskan berbagai APK saat memasuki hari tenang. Sayangnya, regulasi tersebut tak disertai dengan sanksi.
Dengan demikian, banyak parpol disinyalir mbalelo dengan tidak menertibkan APK secara mandiri lantaran tidak akan mendapatkan sanksi. “PKPU Nomor 15 Tahun 2013 juga telah mengatur. Tapi peraturan KPU ini mengatur parpol tidak boleh mengambil kembali APK jika selama tiga hari setelah penertiban tak segera diambil,” urainya.
Menurut dia, kedua regulasi tersebut masih lemah. Idealnya, jika peraturan ingin ditegakkan seharusnya disertai dengan sanksi tegas. Agar fenomena banyaknya APK saat memasuki hari tenang tidak ditemui lagi. “Nggak ada sanksinya sama sekali. Ini kelemahannya,” tambahnya.(zam/din)