PROTES KADES: Warga Desa Sidorejo Ponjong Gunungkidul melakukan long march dari depan Pasar Argosari Wonosari menuju Pemkab Gunungkidul (20/3).
WONOSARI – Ratusan warga Desa Sidorejo, Ponjong turun ke jalan. Mereka melakukan aksi long march dari Pasar Argosari Wonosari menuju Pemkab Gunungkidul. Mereka kecewa dua dukuh (kepala dusun/kadus) dipecat oleh Kepala Desa (Kades) Sidorejo Sakino.Dengan pengawalan petugas, mereka bergerak melawan arus lalu lintas dan meneriakkan tuntutan pengusutan dugaan korupsi Kades Sidorejo. Sambil membawa poster dan spanduk, perwakilan warga menyampaikan aspirasi menuntut pemkab menindak Sakino.Mantan Dukuh Bolodukuh Kidul Mugiyono mengatakan selain diduga melakukan penyelewengan berbagai bantuan, Sakino bertindak sewenang-wenang terhadap dirinya dan Dukuh Gunungkrambil Suradi. “Tanpa alasan jelas saya dan Suradi dipecat,” kata Mugiyono.Menurut dia, kasus dugaan korupsi dan pemberhentian dua dukuh sudah ditindaklanjuti Pemkab Gunungkidul dengan membentuk pansus. Namun hingga kemarin terkesan jalan di tempat.Menurut aktivis LSM Aliansi Masyarakat untuk Transparansi Gunungkidul Rino Caroko mengatakan pihaknya juga meminta kepolisian dan kejaksaan mengusut dugaan korupsi Sakino. “Setidaknya ada 12 item pelanggaran dan penyelewengan yang diduga dilakukan Sakino. Antara lain pungli bantuan Kube (kelompok usaha bersama), penyelewengan bantuan rehabilitasi rumah miskin, Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria), bantuan ternak Kelompok Manunggal serta beberapa kegiatan lain yang menggunakan dana pemerintah,” kata Rino.Sampai di halaman Pemkab Gunungkidul, warga bergantian menyampaikan aspirasi. Sekitar setengah jam kemudian, Kabag Humas Pemkab Gunungkidul Agus Kamtono mempersilakan 15 orang warga bertemu Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tommy Harahap.Pertemuan warga dengan Tommy cukup alot. Warga ngotot mendesak pemerintah segera menuntaskan pengusutan dugaan korupsi dan kesewenang-wenangan Kades Sidorejo.”Supaya pengusutan dugaan korupsi berjalan cepat kami persilakan warga menyampaikan bukti pelanggaran. Untuk dukuh yang diberhentikan, inspektorat masih melakukan audit,” terang Tommy. (gun/iwa)