MAGELANG – Ketua DPRD Kota Magelang Muh Hasan Suryoyudho akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang yang tengah menyelidiki dugaan kerugian negara pada pembangunan Pasar Rejowinangun. Hasan langsung memberi keterangan dan mengklarifikasi pada Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Magelang, Mahfudin Cakra Saputra SH. Ia memaparkan seputar pembangunan pasar yang pola pembiayanya mixing, menggunakan investasi, APBD, dan APBN. Setidaknya, Hasan berada di kantor Kejari Magelang selama 2,5 jam, mulai pukul 11.00.
Ya, kami ditanya seputar tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dewan dalam pembangunan Pasar Rejowinangun,” kata Hasan, usai memberikan keterangan di Kejari Magelang, kemarin (18/3).
Hasan menyatakan, ketidakdatangan dirinya memenuhi panggilan Kejari Magelang pada Minggu lalu (11/3), karena kesibukan partai.
“Kami kan ada pekerjaan besar partai (Partai Demokrat) di Magelang. Persiapan harus matang. Apalagi rencananya dewan pembina partai (SBY, Red) bakal datang. Makanya kami rapat dengan DPP segala, untuk mempersiapkan acara tersebut. Lha sekarang, setelah acara selesai, kami penuhi undangan Kejaksaan untuk memberikan keterangan dan klarifikasi seputar pembangunan Pasar Rejowinangun. Tidak ada masalah kok,” paparnya.
Cakra menghargai kedatangan Hasan yang datang memberikan keterangan dan klarifikasi seputar pembangunan Pasar Rejowinangun yang tengah diselidiki Kejaksaan. Ia menegaskan, Kejaksaan tidak melakukan pemaksaan pada pihak-pihak yang dimintai keterangan, mengingat tahapan kasusnya masih penyelidikan.
“Bagus beliau (Hasan, Red) mau datang. Dia menyatakan taat hukum dan berjanji akan kooperatif,” ungkapnya.
Jaksa yang pernah menjabat Kasi Datun Kejari Purwakarta mengaku tidak banyak informasi yang bisa digali dari Hasan. Mengingat pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang ini tidak banyak membawa datang pendukung.
Ya, masih sebatas klarifikasi. Cerita-cerita, karena dia (Hasan, Red) tidak bawa data lengkap. Beliau sudah berjanji datang kembali sembari membawa data yang lengkap,” ungkapnya.
Saat bersamaan, Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Titik Utami juga mendatangi Kejari Magelang. Perempuan yang juga ketua DPD Partai Golkar Kota Magelang ini datang ke kantor yang ada di Jalan Veteran guna melengkapi keterangan dan klarifikasi sebelumnya. Mengingat pada 10 Maret 2014, Titik dan Hari Pramoko, wakil ketua DPRD Kota Magelang lainnya telah memberi keterangan soal pembangunan pasar.
Iya, ini hanya melengkapi keterangan. Saya juga sudah tegaskan pada jaksa, kalau masih ada keterangan lagi, saya akan datang tanpa harus diundang,” imbuh Titik.
Kejari Magelang melaksanakan penyelidikan pada pembangunan pasar yang terbakar 26 Juni 2008. Mengingat pembangunan pasar yang baru terealisasi 2012 dan selesai akhir 2013 tersebut dianggap bermasalah dan berpotensi merugikan negara. Terutama menyangkut pelepasan aset tanah milik Pemkot Magelang pada investor, PT Kuntjup-PT Putra Wahid Pratama (KSO).
“Baik pejabat Pemkot Magelang maupun anggota dewan yang memberikan keterangan dan klarifikasi ke kejaksaan, rata-rata datanya belum lengkap. Makanya kami kejar terus ini,” tegas Cakra.
Pada penyelidikan kasus tersebut, Kejari Magelang telah memintai keterangan 18 pedagang, tiga orang pejabat Pemkot Magelang, dan 18 anggota dewan.(dem/hes)
ma�Y sr�)P ��E -ansi-language:IN’>memerintahkan evakuasi bagi tamu dan para karyawan menuju titik aman yang sudah ditentukan sebelumnya,” ungkapnya.
Dalam simulasi ini, Melia Purosani bekerjasama dengan Pasukan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Jogja untuk mengawasi jalannya simulasi. Di akhir acara, PBK Kota Jogja memberikan apresiasi atas inisiatif dari Melia Purosani untuk mengadakan simulasi kebakaran dan juga memberikan saran serta kritik atas simulasi yang telah berlangsung.
Senior Assistant Chief Security Sunarto menambahkan dengan adanya pelatihan-pelatihan semacam ini diharapkan Melia akan lebih baik dalam memberikan pelayanan bagi para tamu. Serta karyawan selalu siap untuk menghadapi keadaan darurat. “Selain itu akan membuat para tamu akan merasa aman dan nyaman selama tinggal di Melia, karena keamanan dan kenyamanan tamu adalah tujuan utama kami,” tuturnya. (ila)